Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Alfamart Resmi Ambil Alih Lawson Indonesia dengan Nilai Rp 200,45 Miliar

Elna Malika • Kamis, 15 Mei 2025 | 23:30 WIB
 
Alfamart Resmi Ambil Alih Lawson Indonesia dengan Nilai Rp 200,45 Miliar
Alfamart Resmi Ambil Alih Lawson Indonesia dengan Nilai Rp 200,45 Miliar
 
JP radar Nganjuk – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), perusahaan di balik jaringan minimarket terkemuka Alfamart, resmi mengakuisisi 70% saham PT Lancar Wiguna Sejahtera, entitas yang mengelola waralaba Lawson di Indonesia.
 
Transaksi senilai Rp 200,45 miliar ini dilakukan dengan membeli 1.484.855.160 lembar saham dari PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), yang dikenal sebagai pengelola Alfamidi, dengan harga per saham Rp 135.
 
Penandatanganan akta jual beli saham telah dilakukan pada Rabu, 14 Mei 2025, sebagaimana diumumkan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
 
Akuisisi ini merupakan bagian dari strategi Alfamart untuk memperkuat posisinya di sektor ritel, khususnya pada segmen makanan dan minuman siap saji (ready-to-eat/RTE).
 
Lawson, jaringan convenience store asal Jepang, dikenal dengan fokusnya pada produk makanan siap saji dan minuman, yang dinilai dapat melengkapi portofolio Alfamart.
 
Manajemen AMRT menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk merespons tren pasar yang semakin dinamis dan memperluas jaringan gerai convenience store di seluruh Indonesia.
 
Sebelumnya, Lawson dioperasikan oleh MIDI melalui PT Lancar Wiguna Sejahtera, dengan MIDI sebagai pemegang saham mayoritas sebesar 70%.
 
Struktur kepemilikan lainnya mencakup PT Amanda Cipta Persada (20,34%), PT Cakrawala Mulia Prima (4,83%), dan PT Perkasa Internusa Mandiri (4,83%).
 
 
Dengan akuisisi ini, Lawson kini beralih dari status cucu perusahaan menjadi anak perusahaan langsung di bawah AMRT, yang juga merupakan induk usaha MIDI.
 
Hubungan kepemilikan ini diperkuat oleh konglomerasi Djoko Susanto, yang melalui PT Sigmantara Alfindo mengendalikan baik Alfamart maupun Alfamidi.
 
Bagi Alfamidi, divestasi saham Lawson memungkinkan perusahaan untuk lebih fokus pada pengembangan bisnis ritel intinya, seperti ekspansi gerai Alfamidi.
 
Dana dari penjualan saham ini akan digunakan untuk mendukung operasional dan strategi pertumbuhan MIDI ke depan.
 
Menurut laporan keuangan proforma, aksi korporasi ini menyebabkan penurunan aset tidak lancar MIDI sebesar Rp 637 miliar dan liabilitas sebesar Rp 241 miliar.
 
Penilaian independen oleh KJPP Kusnanto & Rekan menyebutkan nilai pasar 70% saham Lawson sebesar Rp 194,74 miliar, yang masih berada dalam rentang wajar dibandingkan harga transaksi aktual.
 
 
Langkah akuisisi ini dinilai strategis oleh para pelaku pasar.
 
Selain memperkuat ekosistem bisnis Alfamart, transaksi ini juga memastikan Lawson tetap berada dalam grup usaha yang sama, sehingga sinergi operasional dapat terus dijaga.
 
Pasar pun merespons positif, dengan saham AMRT dan MIDI menjadi sorotan investor pasca-pengumuman akuisisi.
 
Dengan jaringan Alfamart yang telah mencapai ribuan gerai di Indonesia dan pengalaman Lawson dalam menyediakan produk makanan siap saji berkualitas, kolaborasi ini diperkirakan akan semakin memperkokoh dominasi grup Alfamart di pasar ritel nasional.
 
Akuisisi ini juga menegaskan komitmen Alfamart untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan kebutuhan konsumen yang terus berkembang.
Editor : Elna Malika
#lembar saham #Lawson #strategi #Sektor #convenience store #ritel #radar nganjuk berita hari ini #gerai #Tren Pasar #indonesia #minuman #Alfamidi #Siap Saji #bursa efek indoneia #waralaba #alfamart #minimarket #saham #akta jual beli #akuisisi #portofolio #transaksi #nasional