Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Harga Telur Ayam Tembus Rp 26 Ribu

Novanda Nirwana • Kamis, 3 Juli 2025 | 15:00 WIB

NAIK LAGI: Pembeli memilih telur di Pasar Wage Nganjuk kemarin pagi. Harga telur ayam menembus Rp 26 ribu per kilogram.
NAIK LAGI: Pembeli memilih telur di Pasar Wage Nganjuk kemarin pagi. Harga telur ayam menembus Rp 26 ribu per kilogram.

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional di Kota Angin melonjak. Jika beberapa hari yang lalu, harga telur ayam Rp 24.500 per kilogram, kemarin menjadi Rp 26 ribu per kilogram.

Berdasarkan pantauan wartawan Jawa Pos Radar Nganjuk di Pasar Wage Nganjuk, harga telur Rp 26 per kilogram untuk kualitas bagus.

Salah satu pedagang telur di Pasar Wage Nganjuk, Gunawan mengatakan bahwa harga Rp 26 per kilogram itu sudah beberapa minggu terakhir. 

“Harga Rp 26 ribu per kilogram ini di tingkat pengecer,” paparnya.

Baca Juga: Sepi Pembeli Usai Idul Adha, Pedagang Daging di Nganjuk Nyaris Merugi! Ini Jurus Daruratnya

Gunawan menyebut, harga tersebut masih dibilang cukup stabil. Setiap harinya, dia kulakan telur dari peternak yang ada di Kabupaten Blitar.

Stabilnya harga telur ini dipengaruhi oleh pasokan yang lancar dari peternak dan distribusi yang tidak mengalami kendala berarti.

Menurut Gunawan, meski begitu para pembeli di lapaknya justru  semakin ramai. “Pembelinya malah ramai ini, saya mau tutup aja ini ada yang beli terus,” ujar Gunawan.

Meski telur ayam mengalami kenaikan, namun telur puyuh mengalami penurunan harga. Yakni Rp 3 ribu per kilogram.

Jika sebelumnya harga telur puyuh Rp 25 ribu per kilogram, kemarin menjadi Rp 22 ribu.

Salah satu pembeli telur ayam, Nurul, 46, seorang ibu rumah tangga yang berbelanja di Pasar Wage.

Baca Juga: Prediksi Saham Kripto Juni 2025! Bitcoin Miliaran, Ethereum Siap Tembus Rp96 Juta

 

 

Ia mengaku meski ada kenaikan harga telur tetapi dia tetap membelinya. Karena telur jadi bahan utama membuat roti. “Ada pesanan roti jadi mau tak mau ya harus beli telur,” ujarnya. 

Nurul berharap, kenaikan harga telur tidak terus terjadi. Dia justru berharap, harga telur kembali turun. Karena saat ini pesanan roti juga tidak banyak.

Dia khawatir jika harga telur naik maka harga roti ikut naik. “Nanti jadi sepi pesanan rotinya,” ujarnya. (nov/tyo)

Editor : Miko
#ayam #pasar #Berita Hari Ini #harga #pedagang #nganjuk #wage #telur