NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Harga brambang di Pasar Sukomoro melambung kemarin. Untuk brambang kualitas super, harganya menembus Rp 36 ribu per kilogram. Sedangkan, harga brambang kualitas medium Rp 27 ribu per kilogram.
Salah satu penjual brambang asal Sukomoro, Sujiatun mengungkapkan, kenaikan harga brambang terjadi kemarin. "Brambang kualitas super naik Rp 4 ribu per kg," ujarnya.
Baca Juga: Harga Telur Ayam Tembus Rp 26 Ribu
Menurut Sujiatun, setiap hari harga brambang di Pasar Sukomoro berubah. Tergantung harga kulakan dari petani.
Meski mengalami kenaikan, namun perempuan berusia 45 tahun itu mengaku tidak ada pengurangan permintaan dari pembeli. “Pembelinya stabil," paparnya sembari menyebut dalam sehari dia dapat menjual 3 kuintal brambang.
Dengan naiknya harga brambang, Sujiatun lebih memilih mengambil brambang daerah lokal Nganjuk.
Sebab harga barang tidak sebanding dengan keuntungan yang dia dapatkan. Karena jika harus kulakan ke luar daerah maka akan butuh biaya angkut.
Selain itu, Sujiatun hanya menjual brambang ke pembeli lokal. Tidak lagi melayani permintaan dari konsumen asal Padang dan Bima. “Harga brambang di Padang juga Rp 36 ribu. Jadi, tidak mungkin jual di atas itu,” ungkap Sujiatun.
Kenaikan harga brambang tentu saja menjadi kabar buruk bagi sebagian pembeli. Mereka harus memutar otak untuk membeli brambang dengan harga yang lebih murah.
Baca Juga: Prediksi Saham Kripto Juni 2025! Bitcoin Miliaran, Ethereum Siap Tembus Rp96 Juta
Salah satu pembeli brambang, Sudarti. Hampir setiap hari, dia membeli brambang di Pasar Sukomoro untuk dijual kembali. “Mau tidak mau saya jual lebih tinggi lagi biar tetap untung,” ujarnya.
Ia berharap harga brambang kembali turun seperti sebelumnya. Sehingga, dia bisa tetap mengecek brambang. (nov/tyo)
Editor : Miko