NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Harga komoditas cabai di Pasar Wage Nganjuk anjlok sejak awal Agustus. Jika bulan lalu cabai rawit di harga Rp 55 ribu per kilogram, kemarin harganya terjun bebas. Terjun ke angka Rp 38 ribu per kilogram.
Kondisi serupa juga terjadi pada jenis cabai lain, seperti cabai merah besar, keriting, hingga cabai hijau. “Cabai rawit, cabai merah besar, dan cabai keriting harganya di kisaran Rp 38 sampai Rp 40 ribu per kilogram,” ujar Yosep Santoso, salah satu pedagang sayur di Pasar Wage.
Baca Juga: Prioritaskan Honorer R2 dan R3 Buat Iri R4. Mengapa?
Menurut Yosep, anjloknya harga cabai ini bukan karena permintaan turun. Namun, karena pasokan dari petani melimpah.
Kualitas cabai juga bagus-bagus. Karena itu dia kulakan cabai dari Kediri. “Kalau cabai Kediri itu secara kualitas lebih bagus. Bentuknya juga besar-besar, jadi lebih disukai pembeli, terutama pemilik warung makan,” jelasnya.
Yosep mengatakan, pembeli cabai di lapaknya mayoritas adalah pemilik warung atau pedagang kuliner. Mereka lebih memilih cabai dengan ukuran besar karena mudah diolah dan dianggap lebih hemat. “Kalau beli buat dagang, pasti cari yang besar, kelihatan banyak dan nggak cepat habis,” tambahnya.
Meski harga cabai turun, Yosep mengaku penjualan tetap stabil. Tidak ada peningkatan atau penurunan. “Tak berpengaruh untuk penjualan,” ujarnya.
Baca Juga: Ambulans Rp 9,3 Juta Tidak Laku. Konon Karena Bekas Kecelakaan
Sementara itu, penurunan harga cabai disambut senyum oleh para pembeli. Terutama ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner. Salah satunya, Siti Aminah, 41, warga Kecamatan Nganjuk yang rutin belanja cabai ke Pasar Wage. “Senang sekali sekarang cabai murah. Sekarang bisa beli banyak buat stok seminggu,” ujarnya sembari memilih cabai.
Hal senada juga disampaikan Winarto, 52, penjual warung makan di daerah Keluraha Bago, Kecamatan Nganjuk. Menurutnya, harga cabai yang turun sangat membantu pedagang. “Kalau cabai mahal, kami harus mengurangi jumlah bumbu. Sekarang sudah bisa normal lagi,” ungkapnya. (nov/tyo)
Editor : Miko