NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Harga brambang di Pasar Sukomoro terjun bebas kemarin. Jika seminggu lalu, harga brambang Rp 44 ribu per kilogram, kemarin hanya Rp 24 ribu per kilogram.
Lasmi, 68, pedagang brambang di Pasar Sukomoro mengatakan, penurunan harga brambanbg terjadi cepat. Bahkan dalam hitungan hari. “Empat hari ini harganya semakin anjlok,” ujarnya.
Baca Juga: Atasi Rojali, Mendag Budi Santoso Minta Toko Fisik Buka Kanal Penjualan Online
Menurut Lasmi, harga anjlok karena pasokan dari petani melimpah akibat panen raya. Namun, Lasmi mengaku penjualan justru tetap ramai. “Karena murah, orang jadi semangat beli. Ada yang biasa beli setengah kilogram, sekarang jadi satu kilogram atau dua kilogram,” ujarnya.
Lebih lanjut, Lasmi mengaku, brambang yang dia jual berasal dari Nganjuk. Sebab, saat ini, petani brambang di Kabupaten Nganjuk sedang panen raya. “Kalau panen raya seperti ini, saya tidak kulakan brambang dari luar Nganjuk,” paparnya.
Biasanya, jika brambang yang ada di Nganjuk sedikit, dia kulakan brambang dari luar daerah. “Brambang Bima sekarang ngga sampai harganya terlalu tinggi,” ujar Lasmi.
Baca Juga: Harga Cabai Rawit Anjlok di Pasar Wage
Anjloknya harga brambang tentunya menjadi angin segar bagi konsumen. Salah satunya, Siti Rahma, 42, pembeli asal Kecamatan Ngluyu. Dia mengaku senang dengan turunnya harga. “Bisa beli banyak brambang untuk stok di rumah,” ujarnya. (nov/tyo)
Editor : Miko