NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Ribuan Bantuan Langsung Tunai (BLT) pada tahap pertama dinyatakan hangus. Hal ini karena calon penerima tidak mengambil BLT hingga batas waktu yang ditentukan. Kantor Pos Nganjuk mencatat, dari penyaluran tahap awal, sekitar 3.800 KPM gagal mencairkan bantuan karena berbagai kendala di lapangan. Satgas KPM Kantor Pos Nganjuk Asa Aturida, menjelaskan, penyaluran tahap pertama resmi ditutup.
Dari 68.504 KPM, kantor pos sudah menyalurkan bantuan 64.704 KPM. “Ada sekitar 3.800 yang gagal bayar,” ujarnya.
Menurut Asa, kegagalan pencairan itu disebabkan beragam faktor. Mulai dari penerima yang berada di luar kota, alamat tidak ditemukan, hingga penerima meninggal dunia. “Yang paling banyak itu alamatnya tidak diketemukan dari pihak desa. Ada juga yang sudah meninggal,” jelasnya.
Atas kondisi tersebut, Kantor Pos bersama pemerintah desa telah menyusun berita acara (BA) gagal bayar sebagai laporan resmi. Proses administrasi inilah yang sempat membuat penyaluran tahap berikutnya mengalami keterlambatan. “Kemarin memang sempat molor karena menunggu arahan dan BA dari kementerian,” ujar Asa.
Meski tahap pertama sudah ditutup, Kantor Pos kembali membuka layanan penyaluran untuk data tambahan sebanyak 1.756 KPM. Penyaluran dilakukan dengan mekanisme yang sama seperti sebelumnya. “Ngambilnya tetap per kecamatan, tidak boleh silang. Jadi sesuai kecamatan masing-masing,” tegasnya.
Penyaluran tambahan ini juga dilakukan sambil berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan. Hingga saat ini, jumlah KPM yang belum mengambil dari data tambahan tinggal sekitar 80 sampai 90 orang. “Sampai saat ini masih bisa diambil,” pungkasnya.
Kantor Pos mengimbau KPM yang masuk dalam data tambahan agar segera melakukan pencairan sesuai kecamatan domisili, guna menghindari terulangnya kasus bantuan hangus seperti pada tahap pertama. (nov/tyo)
Editor : Miko