NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Harga cabai di Pasar Wage, Kabupaten Nganjuk anjlok. Cabai rawit yang awal Desember lalu menembus harga Rp 70.000 per kilogram, kini turun menjadi sekitar Rp 60.000 per kilogram.
Penurunan harga ini disambut lega oleh para pelaku usaha kuliner maupun pedagang kecil. Sebelumnya, harga cabai rawit sempat bertahan di kisaran Rp 70.000 per kilogram akhirnya turun signifikan pada awal pekan ini.
Salah seorang pedagang penyetan di Kelurahan Payaman, Nurhan mengaku penurunan harga cabai sangat membantu usahanya. “Harganya sudah mending dibanding sebelumnya, sempat sampai Rp 70.000 per kilo,” ujarnya.
Baca Juga: Gaji PPPK Paruh Waktu Nganjuk Cair Hari Ini, Tak Boleh Lebih Rendah dari Honor Honorer
Berdasarkan pantauan di lapangan, harga cabai rawit kini berada di kisaran Rp 60 ribu per kilogram.
Angka tersebut turun dibandingkan beberapa minggu lalu yang sempat menyentuh hingga Rp 70 ribu per kilogram. Sementara itu, cabai merah dan cabai keriting masing-masing dijual dengan harga Rp 35 ribu per kilogram, sedangkan cabai hijau di angka Rp 28 ribu per kilogram.
Salah satu pedagang cabai di Pasar Wage, Yosep Ari, 43, mengungkapkan penurunan harga terjadi secara bertahap sejak beberapa hari terakhir. “Sekarang sudah mulai turun harganya.
Cabai rawit kemarin sempat Rp 65 ribu per kilo, tapi sekarang turun lagi jadi Rp 60 ribu,” ujarnya.
Baca Juga: NPWP Pisah Vs Gabung: Pilih Mana untuk Pasangan Bekerja?
Menurutnya, turunnya harga dipengaruhi mulai lancarnya pasokan cabai dari daerah sentra produksi. Kondisi tersebut membuat stok di pasar kembali stabil.
Dengan tren penurunan ini, pedagang berharap harga cabai bisa terus stabil agar daya beli masyarakat meningkat. “Kalau harganya turun, pembeli juga lebih ramai. Tidak terlalu mengeluh seperti saat harga tinggi,” tambahnya.
Meski demikian, pedagang tetap mewaspadai kemungkinan fluktuasi harga ke depan. Terutama, jika pasokan kembali terganggu akibat faktor cuaca.
Untuk sementara, penurunan harga cabai di Pasar Wage menjadi angin segar bagi masyarakat Nganjuk. (nov/tyo)
Editor : Miko