NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Kesra tahun 2025 senilai Rp 4,53 miliar hangus. Penyebabnya, ribuan warga Kabupaten Nganjuk tidak mengambil BLTS Kesra. “Ada 5.035 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tidak mengambil di Kantor Pos,” ujar Executive Manager Kantor Pos Nganjuk Muhammad Ulinnuha Abdurrazaq.
Banyaknya calon penerima tidak mengambil BLTS Kesra itu karena berbagai penyebab. Ada calon penerima yang tidak ditemukan di rumah, berada di luar kota, meninggal dunia, dan ada juga yang sudah tergolong mampu.
Adapun secara keseluruhan, Kantor Pos Nganjuk menyalurkan BLTS Kesra kepada 93.036 KPM. Puluhan ribu KPM tersebut tersebar di 20 kecamatan. Namun, dalam proses pencairan, ribuan KPM tersebut tidak dapat dibayarkan sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah.
Dalam temuan, tidak sedikit kasus gagal bayar karena data yang tidak valid. Contohnya KPM sudah meninggal dunia. Namun, anggota keluarga tetap berusaha melakukan pencairan. Khusus untuk penerima yang sudah meninggal, menurut Nuha hal tersebut bisa diambil oleh keluarga yang masih ada dalam satu KK.
Berdasarkan data Kantor Pos, setiap KPM menerima bantuan dengan nominal yang sama. Yakni, Rp 900 ribu per KPM. Jika dijumlah, kegagalan bayar terhadap 5.035 KPM tersebut menyebabkan dana BLTS sebesar Rp 4,531 miliar tidak terserap dan kembali ke kas negara.
Nuha menegaskan, Kantor Pos hanya bertugas sebagai penyalur bantuan sesuai data yang diterima dari pemerintah pusat. Seluruh proses pencairan telah dilaksanakan berdasarkan prosedur dan jadwal yang ditetapkan. “Data KPM yang gagal bayar akan kami laporkan dan dikembalikan ke pemerintah,” pungkasnya. (nov/tyo)
Editor : Karen Wibi