NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Nganjuk menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) miliaran rupiah. Total PAD yang diberikan di 2025 adalah Rp 2,194 miliar. Pemasukan tersebut diperoleh dari lelang aset daerah yang digelar sebanyak lima kali selama satu tahun anggaran.
Kabid Pengelolaan Barang Milik Daerah BPKAD Nganjuk Samsul Hadi mengatakan selama 2025 BPKAD Nganjuk melaksanakan empat kali lelang barang inventaris termasuk, kendaraan dinas. Kemudian, satu kali lelang bangunan yang dilelang dalam kondisi akan dibongkar.
“Seluruh proses lelang dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dan terbuka untuk umum,” jelasnya. Dari empat kali lelang, BPKAD berhasil mengisi kas daerah sebesar Rp 2,194 miliar. Hasil lelang tersebut seluruhnya langsung disetorkan ke kas daerah setelah proses lelang dinyatakan selesai. Tidak ada penundaan dalam penyetoran hasil lelang. “Setelah pengumuman lelang selesai, hasilnya langsung kami masukkan ke kas daerah,” ujar Samsul.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, Samsul mengakui volume lelang pada 2025 mengalami peningkatan. Namun, peningkatan jumlah barang yang dilelang tersebut tidak diikuti oleh kenaikan nilai pendapatan lelang. “Volume lelang memang naik dibanding 2024, tetapi nilainya justru turun,” ungkapnya.
Menurut Samsul, penurunan nilai tersebut dipengaruhi oleh kondisi aset yang dilelang. Pada 2024, banyak kendaraan dinas yang dilepas masih dalam kondisi relatif baik, sehingga nilai jualnya tinggi. Sementara pada 2025, sebagian besar kendaraan yang dilelang merupakan kendaraan lama yang sudah lama tidak digunakan. “Kalau tahun 2024 banyak mobil-mobil yang masih bagus. Sedangkan, tahun 2025 kemarin, banyak kendaraan yang sudah lama tidak terpakai, dalam artian kondisinya rusak,” jelasnya.
Meski demikian, Samsul memastikan target lelang aset daerah tahun 2025 tetap terpenuhi. Ia menegaskan, capaian tersebut menunjukkan optimalisasi pengelolaan aset daerah masih berjalan, meski kualitas barang yang dilelang berbeda. “Secara target tetap terpenuhi,” tegasnya.
Samsul menambahkan, perbedaan nilai hasil lelang dari tahun ke tahun merupakan hal yang wajar dan sangat bergantung pada karakter serta kondisi aset yang dilepas. Ke depan, BPKAD akan terus melakukan penataan dan inventarisasi aset daerah agar pemanfaatan maupun pelepasannya dapat memberikan kontribusi optimal bagi keuangan daerah. (nov/tyo)
Editor : Karen Wibi