Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Harga Cabai di Pasar Wage Nganjuk Mulai "Jinak"

Novanda Nirwana • Senin, 30 Maret 2026 | 16:25 WIB
Harga cabai anjlok pasca lebaran
Harga cabai anjlok pasca lebaran

radarnganjuk.jawapos.com – Kabar segar bagi ibu rumah tangga di Kota Angin. Setelah sempat "pedas" di kantong saat momen Lebaran lalu, harga cabai rawit di Pasar Wage Nganjuk mulai menunjukkan tren menurun. Kemarin (29/3), harga komoditas bumbu dapur ini mulai terjun bebas dari angka Rp 80 ribu menjadi Rp 65 ribu per kilogram.

Penurunan harga ini dipicu oleh mulai normalnya pasokan dari daerah penghasil. Meski sudah turun Rp 15 ribu, para pedagang menyebut angka tersebut sebenarnya masih tergolong tinggi bagi kantong masyarakat menengah ke bawah.

Baca Juga: Tips Jual Emas Agar Untung Maksimal

Anik Supriatin, 39, salah satu pedagang cabai di Pasar Wage mengungkapkan, lonjakan harga sebelumnya murni disebabkan oleh minimnya barang yang masuk ke pasar. Hal itulah yang sempat membuat harga merangkak naik hingga menyentuh angka psikologis Rp 80 ribu per kilogram.

"Sekarang sudah turun jadi Rp 65 ribu. Soalnya barang dari petani mulai banyak lagi yang datang," jelas perempuan ramah ini saat ditemui di lapaknya, kemarin.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini 30 Maret 2026 Anjlok Rp30.000 per Gram

Menurut Anik, stabilitas harga cabai di Nganjuk sejauh ini masih menjadi "tahanan" cuaca. Jika kondisi di lahan pertanian mendukung dan distribusi lancar, harga bisa kembali merosot. Sebaliknya, jika hujan ekstrem kembali mengguyur daerah penghasil, harga berpotensi kembali "menggigit".

“Kalau cuaca bagus dan panen lancar, ya bisa turun lagi. Tapi kalau ada kendala di sawah, bisa naik lagi,” tambahnya sembari menata dagangannya.

Baca Juga: Harga Emas Antam Naik, Tembus Rp2,85 Juta per Gram

Meski harga sudah melandai, daya beli masyarakat rupanya belum sepenuhnya pulih. Bagi para pedagang makanan kecil yang menggantungkan nasib pada cabai, harga Rp 65 ribu masih dirasa mencekik. Mereka terpaksa memutar otak; antara mengurangi porsi sambal atau menaikkan harga jual demi menutup biaya produksi yang membengkak.

“Sekarang beli sedikit saja, paling tiga kilo. Dulu biasanya berani ambil lima kilo. Soalnya ini hitungannya masih mahal bagi kami,” keluh salah satu pembeli di pasar setempat.

Baca Juga: Cara Investasi Emas di DANA: Praktis, Aman, dan Bisa Cetak Fisik Antam!

Pantauan koran ini, sejumlah pedagang memperkirakan harga cabai masih akan bergerak fluktuatif dalam beberapa pekan ke depan. Faktor cuaca di tingkat petani tetap menjadi penentu utama apakah si merah kecil ini akan semakin murah atau kembali meroket.

Editor : rekian
#lebaran #nganjuk #pasar wage #harga cabai #KOTA ANGIN