Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

Harga Ayam Potong di Nganjuk Masih Pedas Pasca Lebaran 2026, Tembus Rp 40 Ribu Per Kilogram

Novanda Nirwana • Selasa, 31 Maret 2026 | 20:40 WIB
Penjual ayam potong di Pasar Wage Nganjuk
Penjual ayam potong di Pasar Wage Nganjuk

 

radarnganjuk.jawapos.com – Harapan warga Kabupaten Nganjuk untuk melihat harga ayam potong turun setelah lebaran tampaknya harus tertunda. Hingga Selasa (31/3), harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional Nganjuk terpantau masih betah di angka Rp 40 ribu per kilogram.

Kondisi ini tergolong tidak lazim. Biasanya, harga kebutuhan pokok—terutama daging ayam—akan langsung melandai atau kembali normal setelah puncak arus mudik dan balik Lebaran usai. Namun tahun ini, penurunan harga terbilang sangat lambat.

Pantauan Harga di Pasar Wage Nganjuk

Berdasarkan pantauan tim radarnganjuk.jawapos.com di Pasar Wage, aktivitas jual beli sebenarnya mulai kembali normal. Namun, para pedagang mengaku belum bisa menurunkan harga secara drastis karena modal dari pemasok masih tinggi.

Umi, 49, salah satu pedagang ayam di Pasar Wage, mengungkapkan bahwa harga sempat menyentuh titik tertinggi di angka Rp 42 ribu per kilogram saat Lebaran.

“Sekarang posisinya di Rp 40.000 per kilo. Hanya turun Rp 2.000 dari kemarin. Belum bisa turun banyak karena stok dari pengepul juga belum melimpah,” jelas Umi.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan harga ayam di Nganjuk tetap tinggi:


Keluhan Konsumen dan Siasat Belanja

Tingginya harga komoditas ini tentu membebani isi dompet masyarakat. Nur Aini, 35, warga Kecamatan Nganjuk, mengaku terpaksa memutar otak agar dapur tetap ngebul tanpa harus menguras kantong.

“Masih beli ayam karena anak-anak suka, tapi jumlahnya dikurangi. Kalau biasanya beli satu kilo, sekarang beli setengah saja. Sisanya ganti lauk lain sampai harganya normal lagi,” keluh Nur.

Kapan Harga Ayam Akan Turun?

Para pedagang memprediksi tren penurunan harga baru akan terasa signifikan dalam satu hingga dua minggu ke depan. Hal ini bergantung pada kelancaran distribusi dari peternak dan kembalinya pola konsumsi harian masyarakat yang biasanya menurun setelah masa libur panjang.

Editor : rekian
#pasar wage nganjuk #ayam #berita nganjuk hari ini #nganjuk #harga pasar