Kurma Muda Nganjuk Diburu Warga Meski Harga Tembus Rp 250 Ribu per Kilogram

Novanda Nirwana • Dipublikasikan Jumat, 3 April 2026 | 03:38 WIB
panen kurma
panen kurma

 

RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM– Keberadaan kebun kurma di Kabupaten Nganjuk kini tidak hanya menjadi simbol inovasi pertanian lokal. Lebih dari itu, fenomena ini mulai mengubah tren konsumsi masyarakat. Jika biasanya kurma identik dengan buah kering impor saat Ramadan, kini kurma segar atau ruthob langsung dari pohon justru menjadi primadona baru.

Antusiasme warga Nganjuk terlihat dari banyaknya pengunjung yang datang ke kebun bukan sekadar untuk berswafoto, melainkan berburu kurma muda. Tekstur yang unik dan rasa yang berbeda dari kurma kemasan menjadi alasan utama para pembeli rela merogoh kocek lebih dalam.

Alina Fitri, 34, salah satu warga Kecamatan Nganjuk, mengaku sengaja datang karena penasaran dengan sensasi mencicipi kurma masak pohon. Menurutnya, kurma segar memiliki khasiat kesehatan yang lebih tinggi dan rasa yang lebih alami.

“Biasanya beli kurma kering di toko. Ini penasaran ingin coba yang masih segar. Rasanya beda jauh, teksturnya lebih lembut dan manisnya pas, tidak terlalu pekat,” ujar perempuan berhijab tersebut.

Kepopuleran kurma segar ini diakui oleh Umi Farida, pemilik kebun kurma di Nganjuk. Ia mengungkapkan bahwa permintaan pasar justru melonjak tajam pada jenis ruthob (kurma muda), meskipun varian ini dibanderol dengan harga paling tinggi di antara jenis lainnya.

“Kalau di Nganjuk ini ramainya malah kurma muda atau ruthob. Padahal itu yang paling mahal, per kilonya mencapai Rp 250 ribu,” jelas Umi saat ditemui di sela-sela aktivitas panennya.

Selain nilai konsumsinya, pengalaman memetik langsung dari pohon menjadi daya tarik yang sulit ditemukan di tempat lain. Banyak warga yang datang memboyong keluarga untuk menjadikan kebun kurma sebagai destinasi wisata edukasi.

Para pengunjung bisa melihat langsung proses pertumbuhan buah gurun ini hingga siap santap, sebuah pemandangan yang selama ini hanya bisa dibayangkan melalui produk-produk impor di pasaran. Tren ini membuktikan bahwa potensi agrowisata kurma di Kota Angin memiliki prospek cerah ke depannya.

Editor : rekian
tren konsumsi ruthob kurma muda nganjuk kurma