Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Viral! Kebun Kurma di Nganjuk Berbuah Lebat, Berawal dari Iseng usai Haji Kini Punya 3.000 Pohon

Novanda Nirwana • Jumat, 3 April 2026 | 03:47 WIB
kurma muda banyak manfaat
kurma muda banyak manfaat

 

RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM – Kabupaten Nganjuk ternyata tidak hanya menjadi surga bagi tanaman bawang merah. Di tangan Umi Farida, tanaman khas Timur Tengah yakni kurma, terbukti bisa tumbuh subur dan produktif di Kota Angin. Tak main-main, hasil panen kurma dari Nganjuk ini kini mulai diminati hingga ke luar kota.

Fenomena kebun kurma ini menjadi daya tarik tersendiri di tengah dominasi lahan padi dan palawija. Berawal dari inspirasi saat menjalankan ibadah ke Tanah Suci pada tahun 2019, Umi Farida nekat membawa mimpi menanam kurma ke kampung halamannya.

“Pada waktu saya umrah 2019 itu, saya kepikiran ingin bikin kebun kurma sendiri di Nganjuk,” kenang Umi Farida saat ditemui di sela aktivitasnya.

Meskipun sempat dianggap mustahil karena perbedaan iklim yang ekstrem antara Indonesia dan daerah asalnya, Umi tidak patah arang. Ia mengaku terinspirasi setelah membaca literatur bahwa kurma sukses dibudidayakan di Thailand.

Mulai merealisasikan idenya secara kecil-kecilan di sekitar rumah pada 2020, Umi kemudian melakukan pengembangan serius pada 2021. Kini, ia tercatat mengelola tiga lokasi kebun kurma yang tersebar di wilayah Kedondong, Kauman, dan Mangundikaran.

Modal Nekat dan Belajar Otodidak

Perjalanan membangun kebun kurma ini tidaklah murah. Umi mengungkapkan bahwa dirinya harus merogoh kocek cukup dalam untuk investasi awal. Saat itu, harga satu bibit kurma unggulan yang ia beli mencapai Rp 20 juta.

“Saya juga tidak tahu awalnya kurma bisa (tumbuh) di Indonesia atau tidak. Saya belajar otodidak dan sesekali bertanya kepada rekan yang punya pengalaman serupa,” imbuhnya.

Kesabaran Umi membuahkan hasil setelah dua tahun masa tanam. Pohon-pohon kurmanya mulai belajar berbuah, yang menjadi titik balik keberhasilan budidaya tersebut. Saat ini, total pohon kurma yang dikelolanya telah mencapai sekitar 3.000 batang.

Panen Dua Kali Setahun

Produktivitas kurma di Nganjuk ternyata cukup menjanjikan. Dalam setahun, pohon-pohon tersebut bisa berbuah hingga dua kali. Uniknya, Umi menerapkan sistem panen bertahap atau tidak serentak untuk menjaga kualitas buah.

“Kalau panen itu gantian, jadi tidak merata semua. Kami melihat kalau ada yang matang dan ada yang pesan, baru dipetik,” jelas Umi.

Strategi ini dilakukan agar kurma tetap segar dan memiliki daya simpan yang lebih lama di pohon. Namun, untuk stok yang sudah dipetik namun belum terjual, Umi menyimpannya di dalam freezer guna mempertahankan tekstur dan rasanya.

Kini, keberhasilan Umi Farida membuktikan bahwa dengan teknik yang tepat, lahan di Kabupaten Nganjuk memiliki potensi diversifikasi pertanian yang sangat luas, bahkan untuk tanaman gurun sekalipun.

 

Editor : rekian
#kurma muda #haji #nganjuk #kurma #tanah suci