RADARNGANJUK,JAWAPOS.COM– Harga tas kresek melonjak di Kabupaten Nganjuk. Kenaikannya hampir 100 persen. “Tas kresek warna merah yang sebelumnya hanya Rp 26 ribu untuk 50 biji menjadi Rp 46 ribu,” ujar Oktavia, 18, pedagang plastik di Pasar Wage Nganjuk.
Pedagang asal Kelurahan Payaman ini mengatakan, kenaikan harga sudah mulai terasa sejak bulan Ramadan. Namun, setelah Lebaran, lonjakan harga semakin tinggi.
Kenaikan terjadi di semua tas kresek. Termasuk, tas kresek putih. Jika sebelumnya Rp 32 ribu per kilogram kini melonjak menjadi Rp 50 ribu.
Tak hanya itu, jenis plastik lain seperti kotak makan plastik atau thinwall bahkan mengalami lonjakan paling tinggi. Dari harga awal Rp 66 ribu, kini tembus hingga Rp 100 ribu per dus. “Semua bahan plastik naik semua, bukan cuma kresek. Cup-cup plastik juga ikut naik,” imbuhnya.
Kenaikan harga tersebut berdampak langsung pada daya beli konsumen. Okta mengaku, kini pembeli cenderung lebih berhati-hati dan sering menanyakan harga sebelum membeli. “Sekarang orang beli itu sering tanya-tanya dulu karena mahal. Kadang juga nego harga, nyari yang paling murah,” jelasnya.
Meski demikian, pedagang tetap berupaya menyediakan barang karena kebutuhan pasar yang tidak bisa ditunda. Mereka memilih tetap menjual meskipun dengan harga yang mahal.“Ya mau gimana lagi, daripada tidak ada barang,” katanya.
Selain plastik, kenaikan juga terjadi pada bahan kemasan lain seperti kertas minyak. Namun, kenaikannya relatif lebih rendah, yakni sekitar Rp 10 ribu.
Para pedagang menduga kenaikan harga ini dipicu oleh terbatasnya bahan baku plastik di pasaran yang ikut terdampak. Kondisi ini diharapkan tidak berlangsung lama agar aktivitas perdagangan di pasar tradisional tetap stabil dan daya beli masyarakat tidak semakin tertekan.
Sementara itu, Susanti, 47, warga Kertosono mengaku keberatan dengan kenaikan harga cup plastik dan tas kresek. Karena dia bingung untuk menjual es teh jumbo. “Sekarang bingung mau jual es teh jumbo Rp 3 ribu jika harga tas kresek dan cup naik,” ujarnya. (nov/tyo)
Editor : rekian