NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Harga cabai rawit di Pasar Wage Nganjuk meroket. Jika sebelumnya harga cabai rawit Rp 55 ribu per kilogram, kemarin, harganya tembus Rp 75 ribu per kilogram.
Kenaikan harga terjadi dalam beberapa hari terakhir tersebut langsung dirasakan pedagang maupun pembeli. Pedagang cabai di Pasar Wage Nganjuk, Anik Supriatin, 39, mengatakan, kenaikan harga cabai rawit berlangsung bertahap sejak awal pekan. Namun, dalam tiga hari terakhir, lonjakan terasa paling signifikan. “Awalnya masih Rp 55 ribu, sekarang sudah Rp 75 ribu per kilogram. Naiknya cepat, baru sekitar tiga hari ini,” ujarnya saat ditemui di lapaknya.
Menurut Anik, kondisi ini terjadi karena pasokan cabai dari petani berkurang. Distribusi yang tidak lancar membuat stok cabai di pasar menipis. Sementara, permintaan tetap tinggi.
“Stok cabai sedikit dan permintaan banyak. Jadi otomatis harga ikut naik,” jelasnya.
Anik menambahkan, harga cabai rawit sangat sensitif terhadap kondisi cuaca di daerah pertanian. Jika panen terganggu, suplai bisa langsung tersendat dan berdampak pada harga di pasar.
Kenaikan harga ini mulai membebani konsumen, terutama pelaku usaha kuliner skala kecil. Mereka terpaksa menyiasati penggunaan cabai agar biaya produksi tidak melonjak.
Salah satu pembeli mengaku kini harus mengurangi jumlah pembelian. Jika sebelumnya bisa membeli dalam jumlah lebih banyak untuk kebutuhan usaha, saat ini hanya membeli seperlunya. “Sekarang beli sedikit saja, tidak berani banyak-banyak. Soalnya masih mahal,” ujar Armayanti, 35, penjual ayam penyet di Nganjuk.
Arma berharap, harga cabai rawit kembali turun dalam beberapa waktu ke depan. Pasokan diharapkan kembali normal. Sehingga, harga cabai terjangkau bagi penjual makanan. (nov/tyo)
Editor : rekian