Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Harga Bawang Merah di Nganjuk Anjlok

Novanda Nirwana • Rabu, 3 Juni 2026 | 14:11 WIB
Pedagang bawang merah di Pasar baru Sukomoro menunggu pembeli
Pedagang bawang merah di Pasar baru Sukomoro menunggu pembeli

 

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Harga brambang di Pasar Sukomoro Kabupaten Nganjuk anjlok. Penurunan harga terjadi dalam dua minggu terakhir. Turunnya harga bawang merah itu membuat pedagang waswas. Mereka khawatir harga semakin turun. 

Pantauan wartawan koran ini di sejumlah lapak pasar tradisional, harga brambang lokal saat ini berada di kisaran Rp 35 ribu hingga Rp 36 ribu per kilogram. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga sebelumnya yang sempat bertahan di level Rp 39 ribu per kilogram.

Surati, 54, salah satu pedagang brambang di Pasar Sukomoro, mengaku penurunan harga sudah berlangsung sekitar dua minggu terakhir. Menurutnya, tren penurunan terjadi secara bertahap seiring meningkatnya pasokan bawang merah yang masuk ke pasar. “Sudah dua mingguan ini turun. Sekarang jualnya Rp 35 ribu sampai Rp 36 ribu per kilogram. Sebelumnya masih Rp 39 ribu,” ujarnya.

Meski harga turun, aktivitas jual beli di pasar belum menunjukkan perubahan signifikan. Permintaan masyarakat cenderung stabil karena bawang merah merupakan kebutuhan pokok yang selalu dicari untuk kebutuhan dapur sehari-hari.

Menurut Surati, bawang merah lokal masih menjadi pilihan utama pembeli karena harganya lebih terjangkau. Sementara itu, bawang merah asal Sulawesi masih dijual dengan harga lebih tinggi. “Kalau Brambang Sulawesi sekitar Rp 41 ribu per kilogram,” terangnya.

Perbedaan harga tersebut membuat sebagian konsumen memilih produk lokal. Selain lebih murah, kualitas bawang merah lokal dinilai tidak jauh berbeda untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha kuliner. “Kalau stabil seperti sekarang masih lumayan. Yang penting jangan sampai turun terus,” ujarnya.

Turunnya harga brambang menjadi kabar baik bagi masyarakat. Salah satunya Sri Wahyuni, 43, salah seorang pembeli mengaku senang dengan turunnya harga brambang. Menurutnya, komoditas tersebut hampir selalu dibutuhkan untuk memasak sehari-hari sehingga perubahan harga cukup berpengaruh terhadap pengeluaran rumah tangga.

“Kalau harga turun tentu senang. Soalnya bawang merah hampir setiap hari dipakai untuk masak. Walaupun turunnya belum banyak, tetap terasa membantu,” katanya. (nov/tyo)

 

 

Editor : rekian
#brambang anjlok #pasar sukomoro #harga pasar #harga brambang