Radar Nganjuk - Setelah mencatat reli besar dalam beberapa tahun terakhir, pertanyaan terbesar pelaku pasar saat ini adalah: apakah XAU/USD masih memiliki ruang untuk naik?
Sejumlah lembaga keuangan global masih mempertahankan pandangan positif terhadap emas.
J.P. Morgan memperkirakan harga emas berpotensi bergerak menuju level US$6.000 per troy ounce pada akhir 2026 dalam skenario tertentu.
Faktor Pendukung Kenaikan
1. Ketidakpastian Geopolitik
Konflik regional yang berkepanjangan meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven.
2. Inflasi Global
Emas sering digunakan sebagai alat lindung nilai terhadap penurunan daya beli mata uang.
3. Kebijakan Suku Bunga
Jika bank sentral mulai melonggarkan kebijakan moneter, emas berpotensi memperoleh dukungan tambahan.
4. Permintaan Bank Sentral
Pembelian emas oleh bank sentral diperkirakan tetap solid sepanjang tahun ini.
Risiko yang Perlu Diwaspadai
Meskipun prospeknya positif, trader juga perlu memperhatikan risiko berikut:
-
Penguatan dolar AS.
-
Kenaikan imbal hasil obligasi.
-
Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan.
-
Perubahan kebijakan moneter secara agresif.
Peluang bagi Trader
Trader jangka pendek dapat memanfaatkan volatilitas tinggi XAU/USD.
Sementara itu, investor jangka panjang cenderung menggunakan koreksi harga sebagai kesempatan untuk melakukan akumulasi.
Kesimpulan
Prospek XAU/USD sepanjang 2026 masih ditopang berbagai faktor fundamental global, mulai dari geopolitik hingga permintaan institusional. Namun, trader tetap perlu menerapkan manajemen risiko karena volatilitas emas diperkirakan tetap tinggi.
Bagi pelaku pasar, memahami gambaran besar ekonomi global menjadi kunci untuk membaca arah pergerakan emas secara lebih akurat.
Editor : Miko