Diserang Hama dan Waduk Mengering, Petani Cabai di Lengkong Nganjuk Terancam Gagal Panen

Karen Wibi • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 19:43 WIB
GIGIT JARI: Petani cabai di Desa Sumberkepuh, Kecamatan Lengkong karena serangan hama dan kekeringan. Kerugian petani mencapai ratusan juta karena cabai yang ditanam banyak yang mati. (karen wibi/jprk)
GIGIT JARI: Petani cabai di Desa Sumberkepuh, Kecamatan Lengkong karena serangan hama dan kekeringan. Kerugian petani mencapai ratusan juta karena cabai yang ditanam banyak yang mati. (karen wibi/jprk)

NGANJUK, radarnganjuk.jawapos.com – Nasib kurang beruntung kini tengah menimpa para petani cabai di Desa Sumberkepuh, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk. Tanaman cabai milik mereka terancam gagal panen akibat kombinasi serangan hama serangga dan krisis air irigasi.

Yanti, 40, salah seorang petani cabai rawit setempat, mengaku serangan hama tersebut meluas secara mendadak dalam dua pekan terakhir.

Baca Juga: Harga Cabai Rawit di Nganjuk Anjlok

"Tiba-tiba ada serangan hama sejak dua minggu lalu," ujar Yanti saat ditemui di area persawahannya.

Yanti menjelaskan, hama yang menyerang lahannya didominasi oleh serangga jenis tungau dan kutu kebul. Serangan ini menyebabkan daun cabai menjadi keriting, sehingga pertumbuhan tanaman terhenti dan tidak dapat berproduksi secara maksimal. Bahkan, beberapa tanaman di antaranya mulai mati layu.

Kondisi ini makin diperparah oleh minimnya pasokan air di kawasan tersebut. Waduk Sumberkepuh yang menjadi sumber irigasi utama warga saat ini dilaporkan mengering total.

"Sudah dua minggu ini airnya tidak ada," tambahnya.

Baca Juga: Harga Cabai Rawit di Nganjuk Meroket

Akibat krisis air, tanaman cabai yang tersisa kini menguning, mengering, dan berisiko mati massal. Para petani pun khawatir akan potensi kerugian besar jika kondisi ini berlarut-larut.

Mengingat perkiraan musim kemarau yang masih berlangsung, Yanti beserta petani lainnya sangat berharap adanya uluran tangan dari Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Mereka membutuhkan pasokan obat pembasmi hama serta bantuan pembuatan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air irigasi.

Menanggapi keluhan tersebut, Sekretaris Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Nganjuk, Agus Yuni Purwanto, menjelaskan bahwa fenomena daun keriting pada cabai umumnya disebabkan oleh serangan serangga pengisap serta kurangnya unsur hara pada tanah.

Baca Juga: Harga Cabai di Pasar Wage Nganjuk Mulai "Jinak"

Untuk mengatasi permasalahan ini, ia menegaskan bahwa tanaman terdampak harus segera mendapatkan penanganan medis berupa penyemprotan obat hama serta pemupukan dan pengairan yang cukup.

"Kami akan segera turun ke lapangan untuk mengecek kondisi sawah-sawah di lokasi tersebut," tegas Agus.

Editor : rekian
desa sumberkepuh Kecamatan Lengkong nganjuk gagal panen petani cabai