Imbas Boikot Film A Business Proposal Versi Indonesia Mulai Turun Layar, Drakornya Justru kembali Viral
Ilmidza Amalia Nadzira• Selasa, 11 Februari 2025 | 19:44 WIB
Film A Business Proposal Inodesia ver dibandingkan dengan Korea ver usai peluncuranya
JP Radar Nganjuk - Film A Business Proposal versi Indonesia yang dirilis pada 6 Februari 2025 mendapat reaksi keras dari masyarakat. Banyak penonton yang melakukan boikot terhadap film ini karena dianggap tidak sesuai dengan ekspektasi.
Menurut data dari laman Cinepoint, film ini hanya meraup 6.900 penonton pada hari perilisannya. Angka ini sangat rendah untuk ukuran film adaptasi dengan basis penggemar drama Korea yang kuat.
Akibatnya, jumlah layar bioskop untuk film garapan Rako Prijanto ini dipangkas dari 1.270 layar menjadi hanya 551 layar. Pantauan per Senin, 10 Februari 2025, film ini hanya tersisa di lima bioskop XXI di Jakarta.
Sementara itu, drakor asli A Business Proposal yang dibintangi oleh Ahn Hyo-seop dan Kim Se-jeong justru kembali viral di media sosial. Banyak penonton yang membandingkan film versi Indonesia dengan drakor aslinya dan menyatakan bahwa drakor aslinya lebih baik.
Pihak produser film A Business Proposal versi Indonesia belum memberikan komentar resmi tentang boikot yang dilakukan oleh masyarakat. Minimnya jumlah penonton dikaitkan dengan pernyataan kontroversial yang dibuat oleh pemeran utama film ini, Abidzar Al-Ghifari.
Abidzar mengaku tidak menonton versi asli drama Korea, Business Proposal maupun membaca webtoon aslinya karena ingin menciptakan karakter versinya sendiri. Pernyataan ini menuai kritik dari netizen yang menganggap Abidzar tidak menghargai karya aslinya.
Selain itu, di media sosial seperti TikTok dan platform X, netizen juga membagikan video tentang sedikitnya kursi yang terisi di bioskop. Banyak yang berspekulasi bahwa sebagian dari penonton tersebut berasal dari lingkaran terdekat Abidzar, yaitu dari sang ibu, Umi Pipik.