Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Jelajah Desa Unik di Nganjuk: Batik Parang Bebas Digunakan kecuali di Sugihwaras

Iqbal Syahroni • Senin, 15 Januari 2024 | 16:46 WIB
Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk -Larangan penggunaan batik parang dulunya tidak hanya berlaku di Desa Sugihwaras, Ngluyu. Dulu, masyarakat umum yang ada di Kecamatan Ngluyu juga tidak diperkenankan mengenakan baju tersebut. Itu disebabkan karena batik bermotif parang rusak itu identik dengan pakaian yang dipakai kerajaan.

Sejak jaman Kerajaan Mataram Kuno, batik dengan motif parang rusak itu masih menjadi simbol dari pakaian keluarga kerajaan. Namun, seiring berjalannya waktu, batik tersebut juga sudah digunakan sehari-hari oleh warga biasa hingga sekarang.

"Hanya saja mitos larangan menggunakan batik parang rusak itu masih bertahan di Sugihwaras," ujar Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk Sri Handaraningsih melalui Kabid Kebudayaan Amin Fuadi.

Amin menjelaskan, motif batik parang tersebut melambangkan senjata perang dan kemewahan atau kemasyhuran. Itu yang menjadikan batik tersebut lekat dengan keluarga kerajaan atau perwira perang kerajaan.

Karena itulah, pada zaman dulu, desa-desa di sekitarnya yang berada di Kecamatan Ngluyu juga tidak berani menggunakan batik tersebut. Larangan itu kemudian menjadi adat dan budaya yang masih dipegang teguh oleh masyarakat setempat. Tentu semuanya harus dihormati.

Cerita larangan tersebut diakui pula oleh Jatmiko, 31, warga asal Sukomoro. Dia mengatakan, mitos tentang batik parang itu sudah diketahui sejak kecil. Larangan menggunakan batik parang itu hanya di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngluyu. “Kalau ada yang melanggar bisa menimbulkan bencana,” ucap Jatmiko. Dia masih mempercayai mitos tersebut hingga sekarang.

Meski tidak memiliki keluarga di Desa Sugihwaras, Ngluyu, Jatmiko menyebutkan, mitos tersebut sudah menyatu dan menjadi kebudayaan di sana. Ia juga tak berani melanggar aturan yang ada di desa itu.

Walaupun punya dua baju batik parang dia tidak pernah menggunakannya jika pergi ke Desa Sugihwaras, Ngluyu. Batik parang miliknya hanya digunakan di rumahnya dan untuk aktivitas sehari-hari. Bukan untuk pergi ke pernikahan atau acara besar.

 

Editor : Redaksi Radar Nganjuk
#desa unik #parang #nganjuk #sejarah #batik #budaya