NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Desa Babadan, Kecamatan Pace, Nganjuk menjadi salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya 2025 yang dinaungi Perpustakaan Nasional.
Kegiatan ini berlangsung selama 40 hari. Terhitung sejak 1 Juli hingga 9 Agustus mendatang, dengan fokus pada literasi anak dan ibu.
Mereka bukan sekadar datang, tapi menghidupkan literasi di tengah masyarakat.
Dari anak-anak hingga ibu-ibu.
Ketua Tim KKN Marchel Dwi Arfandy mengatakan, kegiatan tersebut menyasar berbagai lapisan warga dengan cara-cara kreatif dan menyenangkan.
“Kami menyelenggarakan program flyteration untuk 25 anak dari jenjang SD hingga SMP. Kegiatannya meliputi membaca nyaring, bermain sambil belajar, dan menjelajah dunia lewat buku,” ungkapnya.
Kegiatan literasi bahkan dibawa hingga ke Bandara Dhoho Kediri. Di mana anak-anak diajak kunjungan literasi. Tak hanya itu, anak-anak juga menginap di Taman Belajar Masyarakat (TBM) selama dua hari.
Setiap minggunya bersama TBM Iqro’, mereka juga menggelar Open House Literasi.
“Kami menyediakan 1.000 buku dari Perpustakaan Nasional untuk dibaca. Ada berbagai games setiap pekan yang selalu berbeda,” jelas Marchel.
Tak hanya itu, ada juga program Sapa Sekolah. Tim KKN ini mengunjungi 20 sekolah di Kecamatan Pace dengan semangat menularkan budaya literasi dan semangat membaca.
“Tujuan kami tetap sama, yakni mengglorifikasikan literasi serta pemanfaatan buku dari Perpusnas,” ucapnya.
Literasi juga menyentuh kaum ibu. Seperti kegiatan besar yang dilakukan pada Minggu (3/8). Mahasiswa ITS menaruh perhatian besar terhadap pola konsumsi anak-anak setiap hari.
“Kami melihat jajanan anak-anak yang kurang sehat. Akhirnya kami mengundang ahli gizi Annas Buanasita, S.KM.,M.Gizi. untuk mengedukasi para ibu tentang pentingnya makanan sehat bagi tumbuh kembang anak,” tambahnya.
Dosen pendamping lapangan, Hermanto, S.S., M.Pd, dan Prof. Drs. Basuki Widodo, MSc turut memberikan apresiasi terhadap sambutan hangat warga Babadan.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Pak Camat dan Pak Kades atas tempat dan waktu selama 40 hari ini,” ungkap Hermanto.
Menurutnya, langkah kecil dari mahasiswa ini diharapkan menjadi pemantik semangat anak-anak dan masyarakat untuk terus belajar. “Mungkin ini langkah kecil, tapi siapa tahu bisa menginspirasi anak-anak Babadan untuk terus belajar dan bercita-cita lebih tinggi,” imbuhnya.
Kepala Desa Babadan Mansur menyambut baik kehadiran para mahasiswa KKN dari ITS. Dia menyampaikan permohonan maaf apabila selama kegiatan ada hal yang kurang berkenan.
“Kami menyambut hangat kegiatan ini. Bukan hanya menyasar anak-anak, tetapi literasi juga dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujar Mansur.
Selain pihak desa, Camat Pace Nurdian juga memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan KKN mahasiswa ITS di Desa Babadan.
Editor : Miko