Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Kenalkan Seni untuk Mencegah Generasi Muda Pesta Miras

Novanda Nirwana • Minggu, 31 Agustus 2025 | 12:30 WIB

CEGAH KENAKALAN REMAJA: Komunitas Official Titik Kumpul saat tampil di Agustusan.
CEGAH KENAKALAN REMAJA: Komunitas Official Titik Kumpul saat tampil di Agustusan.

Mengenal Komunitas Official Titik Kumpul

Dulu, anak-anak muda di Dusun Krajan Selatan, Desa Kampungbaru, Kecamatan Tanjunganom ini identik dengan nongkrong tanpa arah. Tak jarang, kegiatan mereka cenderung negatif. Nongkrong sambil minum hingga larut malam. Namun, suasana itu kini perlahan berganti. Sejak lahirnya Komunitas Official Titik Kumpul.

Komunitas Official Titik Kumpul digagas Rio Ari Firmansyah. Pemuda berusia 27 tahun yang baru lulus kuliah pada 2023 ini melihat kebiasaan berkumpul para pemuda bisa diarahkan ke sesuatu yang bermanfaat. “Awalnya saya mikir, habis lulus kuliah mau bikin kesibukan apa. Teman-teman itu sering lihat saya ikut acara seni, terus mereka bilang, kenapa nggak bikin di sini saja,” ucap Rio.

Gagasan itu berawal sederhana. Pada 2023, Rio bersama kawan-kawan nekat menjadi panitia sebuah pertunjukan wayang kulit. Uniknya, dalang yang diundang saat itu masih duduk di bangku sekolah dasar. Hal ini justru memantik ketertarikan banyak warga.  Ternyata responsnya bagus. Anak kecil, anak muda, sampai orang tua ikut nonton. Mereka senang karena dalangnya masih kecil, jadi unik,” kenangnya.

Mereka ajak generasi muda agar tidak terjerumus pada pergaulan bebas dan pesta minuman keras (miras).
Mereka ajak generasi muda agar tidak terjerumus pada pergaulan bebas dan pesta minuman keras (miras).

Dari situ, komunitas ini mulai serius menata kegiatan. Tak sekadar hiburan, tapi juga wadah edukasi dan kreativitas. Tahun berikutnya, mereka mencoba hal baru, yakni menggelar drama panggung. 

Rio yang punya pengalaman ikut teater semasa kuliah, mengajarkan teman-teman lain soal artistik, dekorasi, hingga cara menggarap naskah. “Saya dulu sering bantu di teater kampus. Jadi tahu sedikit tentang teknisnya,” tambahnya.

Pada 2024, merka sepakat mengangkat naskah pewayangan. Judulnya Sinta Muleh. Naskah tersebut diadaptasi dari sejarah Anoman Obong, namun dikemas ulang agar lebih mudah diterima.

Pementasan itu pun sukses menyedot perhatian. “Tujuan kami bukan hanya buat hiburan orang dewasa. Anak kecil, anak muda, bahkan orang tua bisa menikmati. Jadi semua merasa punya ruang,” imbuh Rio.

BERLATIH KERAS: Anak-anak di Dusun Krajan Selatan, Desa Kampungbaru, Kecamatan Tanjunganom berlatih menari saat malam hari.
BERLATIH KERAS: Anak-anak di Dusun Krajan Selatan, Desa Kampungbaru, Kecamatan Tanjunganom berlatih menari saat malam hari.

Kini, Official Titik Kumpul menjadi magnet baru bagi anak-anak muda. Alih-alih menghabiskan malam dengan kegiatan sia-sia, mereka sibuk menyiapkan latihan seni, membuat properti panggung, atau berdiskusi kreatif. Suasana kampung pun terasa berbeda: lebih hidup, penuh semangat kolaborasi, dan menjauh dari kesan negatif yang dulu melekat. “Kalau anak-anak kecil sudah terbiasa menonton bahkan ikut terlibat, nanti ketika besar mereka tidak asing lagi dengan dunia seni,” pungkasnya. (nov/tyo)

Editor : Miko
#komunitas #titik kumpul #wayang #Theater #pemuda #seni