HOBI JADI CUAN: Susilo Yuwono merawat tanaman bonsai. Satu bonsai bisa laku Rp 25 juta.
Susilo Yuwono, Pebisnis Bonsai di Kabupaten Nganjuk
Susilo Yuwono tak pernah menduga hobinya merawat tanaman bonsai dapat menghasilkan cuan.
Tidak tanggung-tanggung, omzet per bulannya mencapai puluhan juta. Pembelinya tidak hanya dari Nganjuk. Namun, dari seluruh wilayah di Indonesia.
KAREN WIBI-NGANJUK, JP Radar Nganjuk
RASA cinta Susilo Yuwono kepada tanaman bonsai sudah tak terukur.
Bahkan warga Desa Pehserut, Kecamatan Sukomoro itu mengaku sudah jatuh hati ke tanaman bonsai sejak sebelum tahun 2000.
Kecintaan Susilo kepada tanaman bonsai tidak serta-merta karena tanaman tersebut memiliki nilai seni yang tinggi.
Namun, karena karena tanaman bonsai dapat menghasilkan banyak cuan. Ya benar, selain menjadi kolektor, Susilo juga merupakan aktif dalam melakukan budidaya bonsai.
“Dulu sejak tahun 2000 saya memang kolektor. Namun sejak 2014 saya juga seorang pembudidaya,” ujarnya kepada wartawan Radar Nganjuk.
Bapak dua anak tersebut sejak tahun 2014, mukai melakukan budidaya bonsai.
Hal itu dilakukan karena dirinya sudah mulai bosan untuk mencari bonsai di tengah hutan.
Tak diduga kegiatan budidayanya itu membuahkan hasil. Banyak kolektor bonsai yang tertarik dengan hasil karya milik Susilo. Hingga di tahun 2016, Susilo memutuskan untuk membuka usaha budidaya bonsai.
Bisnis yang dirintisnya itu langsung berkembang pesat. Tidak tanggung-tanggung, setiap bulannya, Susilo bisa menjual ratusan hingga ribuan tanaman bonsai.
“Di tahun 2016 itu masih jarang ada yang budidaya bonsai. Mayoritas mereka mendapat bonsai dari cari di hutan,” tambahnya.
Mayoritas pembeli bonsai di tempatnya bukan berasal dari Kabupaten Nganjuk. Melainkan dari nyaris seluruh daerah di Indonesia. Dari Sabang hingga Merauke.
Hal itu terjadi karena pemasaran yang tak biasa yang dilakukan oleh Susilo.
Alih-alih melakukan kegiatan jual-beli konvensional, Susilo malah melakukan jual-beli secara online.
Setiap harinya dia akan melakukan penjualan secara live di banyak sosial media. “Satu harinya minimal dua kali live di TikTok,” tandasnya.
Harga tanaman bonsai yang dijual di tempatnya sangat bervariasi. Tergantung dari jenis, ukuran, dan tingkat keunikan bonsai. Untuk harga yang paling murah adalah Rp 50 ribu. Sedangkan yang paling mahal mencapai Rp 25 juta.
Namun tak disangka bonsai dengan harga Rp 50 ribu hingga Rp 300 ribu adalah yang paling banyak peminatnya.
Mayoritas pembeli di tempatnya adalah pecinta bonsai yang baru ingin belajar.
Alhasil, alih-alih membeli bonsai yang mahal, mereka lebih memilih bonsai yang murah.
“Mayoritas yang beli di tempat kami adalah pemula. Namun ada beberapa diantaranya yang sudah fanatik dengan bonsai.
Makannya rentan harganya sangat jauh. Dari Rp 50 ribu hingga Rp 25 juta,” pungkasnya. (tyo)