Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Jualan Terang Bulan sambil Membuat Lukisan

Karen Wibi • Senin, 16 Februari 2026 | 13:36 WIB

BERBAKAT: Gelar Puspa Mega jualan terang bulan sambil melukis pesanan konsumen.
BERBAKAT: Gelar Puspa Mega jualan terang bulan sambil melukis pesanan konsumen.

Mengenal Pelukis Andal Kota Angin Gelar Puspa Mega

Kabupaten Nganjuk memiliki seorang pelukis andal. Namanya adalah Gelar Puspa Mega. Dalam satu bulannya, banyak pesanan lukisan yang bisa dikerjakannya. Uniknya, kegiatan melukis itu dilakukan di sela-sela kegiatan berjualan terang bulan di Alun-Alun Nganjuk.

KAREN WIBI-NGANJUK, JP Radar Nganjuk

HUJAN deras mengguyur Alun-Alun Nganjuk malam itu. Alhasil tak banyak pengunjung yang datang berkunjung. Padahal, ketika cuaca terang, Alun-Alun Nganjuk bisa dipenuhi oleh ratusan pengunjung.

Kondisi sepi itu tentu dikeluhkan oleh banyak pedagang. Karena dipastikan mereka tak mendapat pemasukan. Tak ada pengunjung yang membeli dagangan mereka. Sebagai gantinya, mereka lebih banyak menghabiskan waktu dengan menunggu.

Namun kondisi itu tak dilakukan oleh Gelar Puspa Mega. Perempuan yang berjualan terang bulan itu tak terlihat sedang menunggu pengunjung.

Karena malam itu dirinya sedang asyik dengan pensil dan kertas di kedua tangannya. Dia sedang melukis wajah seseorang. Ya, Puspa bukan hanya seorang penjual terang bulan. Dirinya juga seorang pelukis.  “Kalau melukis sih sudah sejak kecil. Namun kalau untuk dikomersialisasikan baru tiga tahun terakhir,” ujar perempuan yang saat ini berusia 29 tahun itu.

Puspa menjelaskan, setiap harinya dia adalah seorang penjual makanan. Di pagi hari, dia akan menjual nasi bungkus di rumah. Beranjak sore hari, dia akan berjualan terang bulan di Alun-Alun Nganjuk. Lalu di hari Sabtu, dirinya akan menjadi guru ekstrakulikuler melukis di SDN 2 Ganungkidul.

Di sela-sela kegiatannya itu, Puspa juga seorang pelukis. Dia biasa melayani pesanan dari banyak orang. Lukisan-lukisan miliknya itu mayoritas menggambarkan wajah seseorang. “Saya melukisnya hanya menggunakan kertas putih dan pensil hitam,” tambah ibu dua anak tersebut.

Untuk satu lukisan, Puspa mematok tarif yang bervariasi. Tergantung kesulitan wajah seseorang. Namun umumnya untuk satu lukisan berukusan A4 dipatok dengan tarif Rp 120 ribu hingga Rp 150 ribu. Namun harga akan meningkat ketika menggunakan ukuran kertas yang lebih besar.

Lalu berapa lama Puspa mengerjakan satu lukisan wajah? Menanggapi pertanyaan itu, Puspa mengatakan waktu yang digunakan juga sangat bervariasi. Jika benar-benar fokus, dirinya bisa menghabiskan waktu hingga enam jam.

Namun karena Puspa memiliki banyak kesibukan, alhasil waktu pengerjaan bisa lebih lama. Namun agar tidak menyita banyak waktu, Puspa biasa melukis di sela-sela waktu bekerja. Salah satunya ketika berjualan di Alun-Alun Nganjuk. “Kalau hujan begini kan sepi, jadi bisa digunakan untuk melukis,” tandasnya. (wib/tyo)

Editor : Karen Wibi
#nganjuk #pelukis