NGANJUK, Radar Nganjuk– Kabar duka menyelimuti keluarga besar Partai Demokrat Kabupaten Nganjuk. Harianto, salah satu kader dan sosok panutan, telah berpulang menghadap Sang Khalik.
Kepergiannya meninggalkan rasa kehilangan yang mendalam. Tak terkecuali bagi Anggota Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Nganjuk, Puguh Wicaksono. Dia mengaku baru mendapat kabar duka itu tadi pagi Rabu (4/3) subuh.
Bagi Puguh, almarhum bukan sekadar rekan satu partai, melainkan sudah seperti orang tua sendiri. Dengan nada lirih, legislator muda itu membagikan kesaksiannya tentang sosok Harianto yang selama ini menjadi mentor dan sahabat baginya.
"Pak Harianto itu sosok yang sangat baik. Kalau sama saya, hubungannya sudah seperti bapak dan anak," ungkap Puguh saat dikonfirmasi, Rabu (4/3).
Puguh bercerita, setiap kali bertemu, almarhum tak pernah absen menyelipkan doa-doa baik untuk dirinya maupun rekan-rekan di DPRD. Tak hanya itu, Harianto juga sering membagikan kisah perjalanan hidupnya di masa lalu.
"Beliau nyeritain pengalamannya dulu, baik pengalaman yang baik maupun yang buruk, semata-mata buat jadi pelajaran berharga bagi saya," kenangnya.
Ada satu wejangan yang paling membekas di benak Puguh dan selalu ia pegang teguh hingga kini. Yakni, soal kedisiplinan dan menghargai waktu.
"Pak Har (Harianto, Red) sering mengingatkan saya untuk tetap selalu disiplin dan tepat waktu jika ada agenda. Pesannya sederhana tapi dalam, agar orang lain tidak menunggu kita," papar Puguh.
Di mata Puguh dan kawan-kawan, Harianto adalah pribadi yang sangat hangat. Pembawaannya yang ceria membuat siapa saja merasa nyaman berada di dekatnya.
"Beliau orang yang murah senyum, selalu tertawa. Saya bahkan belum pernah melihat Pak Har marah atau menampilkan wajah sedih," kenang Puguh dengan mata berkaca-kaca.
Pertemuan keduanya bermula saat masa pencalegan pada tahun 2023 lalu. Sejak saat itu, chemistry keduanya terbangun. Mereka berkomitmen untuk saling menjaga kekompakan pertemanan, baik di dalam maupun di luar urusan politik.
"Komitmen kami, jika ada masalah, kita selesaikan bareng-bareng," imbuhnya.
Namun, takdir berkata lain. Persahabatan erat itu harus dipisahkan oleh maut. Puguh mengaku terkejut saat menerima kabar duka pada Rabu subuh.
Sejatinya, kepergian Harianto sudah diiringi firasat. Puguh menyebut, rekan-rekan di Partai Demokrat sudah mengetahui kondisi kesehatan almarhum yang menurun sejak beberapa bulan terakhir. Puncaknya, pada Senin (2/3) lalu, Puguh bersama rombongan Fraksi Demokrat DPRD Nganjuk membesuk Harianto yang tengah dirawat intensif.
"Tahunya (kabar duka) tadi subuh, Mas. Temen-temen Demokrat memang sudah tahu sakitnya sejak beberapa bulan yang lalu. Hari Senin kemarin, kami dari fraksi bareng-bareng menjenguk beliau saat baru masuk di ruang ICU," pungkasnya.
Kini, sosok penyabar dan murah senyum itu telah tiada. Namun, wejangan dan teladan baik dari Harianto akan terus hidup di hati Puguh dan keluarga besar Demokrat Nganjuk. Selamat jalan, Pak Harianto.