Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Nganjuk Punya Sentra Genteng dan Batu Bata di Kaloran dan Betet yang Sudah Eksis Puluhan Tahun

Karen Wibi • Minggu, 8 Maret 2026 | 07:35 WIB

 

SENTRA BATA DAN GENTENG: Dua pekerja menyusun bata yang akan dibakar.
SENTRA BATA DAN GENTENG: Dua pekerja menyusun bata yang akan dibakar.

NGANJUK , JP Radar Nganjuk- Ada sebuah kampung unik di Kabupaten Nganjuk. Orang-orang menyebutnya dengan nama Kampung Genteng. Lokasinya ada di Desa Betet dan Desa Kaloran di Kecamatan Ngronggot. Total ada puluhan kepala keluarga (KK) menjadi pembuat genteng dan bata merah di dua desa tersebut.

Namanya adalah Kampung Genteng. Sebuah sentra pembuatan genting dan bata merah yang terletak di dua desa di Kabupaten Nganjuk. Yakni, di Desa Betet dan Desa Kaloran yang ada di Kecamatan Ngronggot. Setiap harinya ada ribuan genting dan bata merah yang diproduksi di desa tersebut.

Baca Juga: Fraksi Demokrat Nganjuk Berduka Atas Berpulangnya Harianto, Kehilangan Sosok 'Bapak' yang Tak Pernah Marah

Aktivitas pembuatan genteng dan bata merah sudah terlihat ketika memasuki dua desa tersebut. Ada puluhan tungku pembakaran genting dan bata merah di sepanjang jalan. Tungku besar itu sebagian besar dibangun di depan rumah milik warga. “Total ada puluhan pembuat genting dan bata merah di Desa Betet dan Desa Kaloran,” ujar Sumitro, 56, salah satu pembuat genteng dan bata merah asal Desa Betet.

Sumitro mengatakan, Desa Betet dan Desa Kaloran memang terkenal sebagai sentra genteng dan bata merah. Karena memang ada puluhan pembuat genteng dan bata merah dari desa tersebut. Puluhan pengrajin itu bahkan sudah beroperasi sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu. Diturunkan dari generasi ke generasi.

Baca Juga: Dilema Becak Listrik Nganjuk: Mau Narik Malah Bingung Ngecas?

Salah satunya seperti di tempat Sumitro. Dia mengatakan sudah memulai usaha membuat genteng sejak1960. Adalah orang tua Sumitro yang memulai bisnis tersebut. Hingga kini bisnis tersebut diturunkan kepada dirinya. “Mayoritas di sini sudah turun temurun,” tambah kakek yang memiliki tiga cucu itu.

Namun ternyata dulunya kedua desa itu hanya dikenal sebagai sentra genteng. Hingga sekitar 2010 semuanya berubah. Peminat genteng di Kabupaten Nganjuk menurun. Hal ini menyebabkan banyak pengrajin yang beralih untuk membuat bata merah. “Sekarang sudah banyak yang buat genting lagi. Karena banyak pesanan dari program pemerintah,” imbuhnya.

Baca Juga: Dapur Lapas Kelas II B Nganjuk Berdenyut Pukul 01.00 WIB Demi Sahur Warga Binaan

Sementara itu, Karjono mengaku sudah membuat gentileng dan bata merah sejak 1995. Dia sendiri yang merintis bisnis tersebut. Meski sempat lesu beberapa tahun lalu, kini bisnisnya kembali melejit. Setiap harinya ada sekitar 2.000 bata merah yang diproduksi.

Proses produksi dilakukan oleh sekitar lima pekerja. Setiap paginya mereka akan mencetak bata merah. Bata merah itu lalu dikumpulkan. Lalu, di akhir pekan, bata merah itu akan dibakar dan siap untuk dijual. “Peminat genteng selalu pasang surut, tapi kalau bata merah lebih konsisten,” ujar pria yang berusia 54 tahun itu. 

Editor : rekian
#genting #kecamatan ngronggot #genteng #kampung genteng #Kampung Genting #batu bata #Desa Betet #Kabupaten Nganjuk #Desa Kaloran