Ada yang berbeda di Pos Terpadu Pujahito menjelang Lebaran. Di tengah keramaian pikuk arus mudik, bangunan pos pengamanan itu membuat perhatian mencuri perhatian. Nuansa “Aladin 1001 Malam” menyambut para pemudik yang melintas di jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Mangundikaran, Kecamatan Nganjuk, lengkap dengan ornamen khas Timur Tengah yang mencolok.
NOVANDA NIRWANA - NGANJUK, JP Radar Nganjuk
Tak sekedar estetika, tema “Aladin 1001 Malam” menyimpan cerita unik di balik proses pembangunannya. Pos yang berdiri megah itu ternyata dikerjakan dalam waktu yang sangat singkat.
Baca Juga: Cerita Mbah Karmiati: Meraup Cuan Ribuan Rupiah dari Larisnya Layah Warung Penyetan
Kasatlantas Polres Nganjuk AKP Ivan Danara Oktavian melalui KBO Satlantas Polres Nganjuk Iptu Jarwanto mengungkapkan bahwa ide tema datang langsung dari kasatlantas. Konsep “Aladin 1001 Malam” dipilih bukan tanpa alasan. Selain ingin menghadirkan suasana berbeda, tema itu juga mencerminkan proses pembangunan yang serba cepat, layaknya keajaiban.
“Konsep Aladin ini menggambarkan pembangunan pos yang bisa dibilang instan, seperti simsalabim, langsung jadi,” ujarnya.
Baca Juga: Tragedi Cinta Terlarang: Kalap karena Cemburu, Kekasih Gelap Tewas di Tangan Pasangan
Ia menambahkan, proses pengerjaan pos terpadu ini hanya memakan waktu sekitar empat hingga lima hari. Seluruh personel bahkan harus bekerja ekstra demi mencapai target. “Pengerjaannya sekitar 5 hari. Kami lembur siang malam supaya cepat selesai dan bisa segera digunakan untuk pelayanan pemudik,” jelasnya.
Meski dibangun dalam waktu singkat, fasilitas di dalamnya tergolong lengkap. Pos Terpadu Pujahito tidak hanya menjadi tempat istirahat, tetapi juga pusat kendali pemantauan lalu lintas di Kabupaten Nganjuk.
Di dalam pos, terpasang monitor yang terhubung dengan jaringan CCTV di berbagai titik strategis. Pemantauan dilakukan selama 24 jam penuh untuk memastikan kondisi lalu lintas tetap aman dan terkendali.
“Dari sini kami bisa menghubungkan CCTV se-Nganjuk selama 24 jam. Termasuk posisi personel di lapangan juga bisa kami kontrol,” tambahnya.
Baca Juga: Nganjuk Punya Genteng dan Batu Bata dari Desa Betet-Kaloran yang Jadi Primadona hingga Luar Kota
Bukan kali pertama pos terpadu tampil dengan tema unik. Sebelumnya, saat pengamanan Natal dan Tahun Baru, pos ini mengusung konsep “Benteng Takesi”. Tema tersebut sengaja dihadirkan untuk menyesuaikan momen sekaligus memberi warna tersendiri dalam pelayanan kepolisian.
“Tiap momen memang kami sesuaikan temanya.Waktu Nataru kemarin Benteng Takesi, sekarang Aladin,” katanya.
Keberadaan Pos Terpadu Pujahito tidak hanya berfungsi sebagai pengamanan pusat, namun juga menjadi simbol kesiapan aparatur dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Dengan konsep kreatif dan fasilitas lengkap, pemudik diharapkan merasa lebih nyaman dan aman selama perjalanan.
Di tengah padatnya arus mudik, sentuhan tema “Aladin 1001 Malam” menjadi keunikan tersendiri, mengingatkan bahwa pelayanan publik pun bisa dikemas dengan kreatif tanpa mengurangi esensi utamanya, keselamatan dan kenyamanan.
Editor : rekian