Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Luqman Surya, Petugas Haji Daerah (PHD) Kabupaten Nganjuk

Novanda Nirwana • Jumat, 29 Mei 2026 | 12:02 WIB
Luqman Surya, Petugas Haji Daerah (PHD) Kabupaten Nganjuk
Luqman Surya, Petugas Haji Daerah (PHD) Kabupaten Nganjuk

 

Luqman Surya mendapat anugerah di bulan ini. Luqman bisa berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. Pria asal Desa Lestari, Kecamatan Patianrowo itu bahkan belum pernah mendaftar haji. Namun di usia 57 tahun, ia justru mendapat panggilan sebagai Petugas Haji Daerah (PHD) Kabupaten Nganjuk untuk mendampingi ratusan jemaah asal Kota Angin.

NOVANDA NIRWANA – NGANJUK, JP Radar Nganjuk

“Saya awalnya tidak menduga. Tiba-tiba ada panggilan ke Tanah Suci,” ujar Luqman. Sebelumnya, Luqman tidak bercita-cita menjadi petugas haji. Ia juga tidak pernah membayangkan bakal mengemban tanggung jawab mendampingi ratusan jemaah asal Nganjuk di Tanah Suci. Semua bermula saat dirinya direkomendasikan Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi untuk mengikuti seleksi petugas haji daerah.
“Awalnya direkomendasikan bupati, lalu saya mengikuti prosedur dari kementerian haji dan umrah. Ada tes, wawancara, sampai pelatihan juga,” katanya.
Meski tak pernah memiliki pengalaman berhaji, Luqman memberanikan diri mengikuti seluruh tahapan seleksi. Rasa gugup pun tak bisa disembunyikan ketika dirinya dinyatakan lolos.
“Agak gemetarnya itu ya saat saya mendapat panggilan. Umur saya 57 tahun belum pernah daftar haji, tapi tiba-tiba dapat kesempatan ini,” tuturnya.
Bagi Luqman, perjalanan beribadah di Tanah Suci kali ini bukan sekadar tugas biasa. Ia percaya semua yang terjadi adalah bagian dari panggilan Allah. Sebab, menurutnya, jalan yang terbuka terasa begitu dimudahkan.
“Saya yakin kalau haji itu panggilan. Ya pas ini waktunya. Semuanya dimudahkan dan dilancarkan,” ungkap ayah tiga anak tersebut.
Waktu persiapan yang dimiliki Luqman terbilang singkat. Hanya sekitar tiga bulan. Namun, dalam waktu sesingkat itu, ia harus memahami berbagai tugas pelayanan jemaah. Mulai administrasi, pendampingan, hingga koordinasi selama ibadah berlangsung.
Kini, tanggung jawab besar berada di pundaknya. Luqman harus mendampingi 733 jemaah asal Nganjuk selama berada di Tanah Suci. Demi memastikan seluruh jemaah terpantau, ia membawa daftar lengkap nama beserta nomor telepon para jemaah ke mana pun pergi.
“Nama-nama mereka saya punya semua beserta nomor HP. Jadi saya cetak dan saya bawa ke mana-mana,” katanya.
Bukan tanpa alasan Luqman begitu serius menjaga data para jemaah. Sebagai petugas haji daerah, dirinya menjadi salah satu penghubung utama ketika ada persoalan yang dialami jemaah. Bahkan, ia mengaku harus melaporkan langsung perkembangan kondisi jemaah kepada Bupati Nganjuk.
“Kalau ada apa-apa ya saya laporan langsung kepada bupati, karena yang merekomendasikan saya beliau langsung,” ujarnya.
Tanggung jawab itu membuat Luqman tak bisa santai selama bertugas. Di tengah jutaan jemaah dari berbagai negara, ia harus memastikan ratusan warga Nganjuk tetap aman dan terlayani dengan baik. Apalagi sebagian jemaah merupakan lansia yang membutuhkan perhatian ekstra.
“Tanggung jawabnya besar,” ujarnya.
Namun, di balik beban besar itu, Luqman justru merasa bersyukur. Sebab, kesempatan yang datang secara tiba-tiba ini menjadi pengalaman hidup yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. (tyo)

Editor : rekian
#jemaah haji nganjuk #petugas haji daerah nganjuk