Mengenal Pelukis Cilik Al Zhafran Anfieldeva Syafi’i
Al Zhafran Anfieldeva Syafi’i adalah salah satu pelukis cilik Kota Angin. Di usianya baru enam tahun, dia sudah memiliki karya yang luar biasa. Zhafran tidak hanya berlomba di tingkat anak-anak. Namun, dia sudah ikut pameran lukisan di Jogjakarta.
NOVANDA NIRWANA-NGANJUK, JP Radar Nganjuk
Zhafran menjadi pelukis cilik yang menarik perhatian warga Kota Angin. Namun, di balik keberhasilannya itu, ada peran Septian Ragil Prawisda dan Zulfa Maharani, 33. Zhafran yang merupakan anak mereka ini memiliki persoalan tumbuh kembang. “Dulu usia tiga tahun memang speech delay dan ada gangguan sensorik juga,” ujar Zulfa.
Kondisi itu membuat Zulfa mencari cara untuk membantu Zhafran melatih fokusnya. Kebetulan, Zulfa memiliki ketertarikan pada dunia seni. Dari situlah dia mencoba mengenalkan musik dan seni lukis kepada Zhafran. “Karena saya juga suka seni, jadi kepikiran di musik dan seni lukis. Kebetulan di rumah juga ada medianya,” katanya.
Saat pertama kali diberikan alat lukis, respons Zhafran p mengejutkan. Anak kecil itu justru menunjukkan ketertarikan besar terhadap kertas dan warna. “Saya sodorkan medianya, ternyata dia punya ketertarikan,” ungkap Zulfa.
Meski begitu, Zulfa tidak pernah memaksa Zhafran untuk melukis. Ia hanya berusaha membuka kesempatan agar sang anak memilih sendiri aktivitas yang disukainya. “Saya nggak pernah memaksa, lebih ke menyodorkan. Misalnya ada pameran ini lo, Zhafran mau ikut nggak,” jelasnya.
Pameran pertama yang diikuti Zafran berlangsung di Jogja. Dari pengalaman itu, Zafran justru semakin tertarik dengan dunia seni. “Setelah ikut pameran pertama, dia senang. Sampai bilang, ‘Ibu saya mau lagi’,” cerita Zulfa.
Di rumah, Zulfa juga tidak memberikan target khusus. Ia hanya menyediakan media agar Zafran bebas berekspresi. “Di rumah saya nggak pernah nyuruh. Saya cuma sediakan media saja,” imbuhnya.
Setiap hari, Zafran memiliki kebiasaan melukis. Namun, satu karya tidak langsung selesai dalam waktu singkat. “Satu lukisan biasanya selesai dua minggu,” sambung Zhafran.
Bagi Zafran, setiap lukisan memiliki cerita tersendiri. Saat ditanya tentang salah satu karyanya, dia mengaku sedang menggambar meteor.
Salah satu karya yang dipamerkan juga menyimpan cerita sederhana dari pengalaman sehari-hari Zafran. Lukisan itu menggambarkan suasana ketika dirinya menginap di sebuah hotel di Jogja.
Zhafran memang memiliki kenangan khusus dengan hotel. Ia disebut sangat menyukai suasana menginap. Karena itu, lukisannya biasanya menggambarkan suasana hotel.
Lewat lukisan, Zhafran tidak hanya belajar mengolah warna. Ia juga menuangkan pengalaman, ingatan, dan imajinasinya ke dalam sebuah karya. (tyo)
Editor : Hadi Sujatmikho