Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah

Mengenal Sa'atun Nuzuliyah, Penulis Kota Angin: Ciptakan Ratusan Karya saat Stres

Karen Wibi • Senin, 6 Juli 2026 | 19:14 WIB
Mengenal Sa
Mengenal Sa'atun Nuzuliyah, Penulis Kota Angin

Namanya Sa’atun Nuzuliyah. Bagi orang yang tidak suka membaca, nama tersebut memang terasa asing. Namun, bagi masyarakat yang berkecimpung di dunia sastra, nama Sa’atun Nuzuliyah atau yang akrab disapa Yulia sudah terdengar sangat akrab.
Ya benar, perempuan asal Kelurahan/Kecamatan Tanjunganom itu memang seorang penulis yang terkenal di Nganjuk dan berbagai daerah lain. Karena memang, sejak menjadi penulis saat sekolah, Yulia sudah berhasil menciptakan ratusan karya tulis. “Mayoritas karya tulis saya adalah cerita pendek (cerpen),” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Mayoritas karya perempuan berusia 43 tahun itu adalah cerpen. Namun selain cerpen, pemilik nama pena Yulia Tan itu juga beberapa kali menulis novel. Karya-karyanya tersebut sering diupload di beberapa media sosial.
Namun bukan hal itu saja yang membuat Yulia unik. Melainkan kebiasaannya sesaat sebelum menulis karya tulis. Usut punya usut, mayoritas karya milik Yulia diciptakan ketika Yulia sedang stres.
Ya benar, saat Yulia sedang stres. Guru SMP Pomosda Nganjuk itu mengaku menjadikan kebiasaan menulis sebagai pelarian ketika sedang stres. Jadi, alih-alih bersedih saat sedang stres, Yulia malah lebih memilih untuk menulis cerpen. “Menulis itu cara saya untuk melepaskan stres. Setelah menulis, stres saya jadi hilang,” imbuhnya.
Selain itu, Yulia juga sering mencari ide dengan cara yang unik. Salah satunya dengan berjalan-jalan. Menurutnya, ide-ide terbaik sering muncul ketika sedang berada di jalan raya.
Biasanya, saat ingin mencari ide, Yulia akan berkendara di jalan raya. Biasanya, di tengah-tengah jalan, Yulia akan menemukan ide. Setelah menemukan ide, Yulia akan menepikan kendaraan. Dia lalu akan menulis ide-ide tersebut pada sebuah catatan kecil. “Setelah di rumah, saya akan mengembangkan ide-ide tersebut,” tambahnya.
Kini, sembari menjadi seorang penulis dan guru, Yulia juga sering mengisi workshop. Mayoritas workshop yang dilakukannya berkaitan dengan pelatihan menulis karya sastra. Mulai dari menulis cerpen hingga novel. “Saya juga sangat senang ketika diminta untuk berbagi ilmu. Terutama ilmu tentang menulis karya sastra,” pungkasnya. (wib/tyo)

Editor : Karen Wibi
#penulis novel #penulis cerpen #Kabupaten Nganjuk