Nilla Eka Rahmawati menjadi salah satu petani muda yang jago membaca peluang. Dia tidak memilih menanam padi atau brambang. Namun, Nilla lebih suka menanam bunga bougenville dan memasarkan secara online. Hasilnya, uang jutaan rupiah diraup cewek Kelurahan Kramat, Kecamatan Nganjuk dalam sehari.
KAREN WIBI-NGANJUK, RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM
“Bunga Bougenville itu terlihat lebih cantik saat musim kemarau,” ujar Nilla Eka Rahmawati, petani muda Kota Angin.
Cewek berusia 20 tahun ini memilih menanam dan merawat bougenville saat musim kemarau. Selama musim kemarau, tanaman yang juga disebut sebagai bunga kertas itu akan lebih sering berbunga.
Karena itu, Nilla memanfaatkan momen itu untuk menarik minat konsumen. Menurut Nilla, bougenville adalah tanaman yang suka “disiksa”.
Penyiksaan yang dilakukan adalah dengan memberikan air seminim mungkin. Malahan, pada posisi tersebut, Bougenville akan lebih sering berbunga.
“Karena kemarau, bunga Bougenville akan lebih sedikit mendapat air,” ujarnya.
Nah, ternyata kondisi tersebut banyak disukai oleh pecinta bunga Bougenville. Sehingga, mereka selalu berbondong-bondong untuk mencari bunga Bougenville di musim kemarau. Kondisi tersebut yang membuat Nilla bisa panen cuan.
Karena saat ini, per harinya, Nilla bisa menjual puluhan bunga Bougenville. Puluhan bunga itu dijual ke berbagai daerah di Indonesia.
“Mayoritas penjualan secara online. Pemasarannya sekarang sudah online semua,” tambahnya sembari mengatakan satu bunga bougenville bisa dihargai Rp 200 ribu hingga Rp 1 juta.
Namun sebaliknya, saat musim penghujan, penjualan bunga Bougenville akan menurun drastis. Karena saat musim penghujan, bunga Bougenville akan jarang berbunga.
Alih-alih berbunga, tanaman yang memiliki nama ilmiah bougenvillia spectabilis itu akan lebih sering menghasilkan daun. “Orang-orang beli tanaman yang dicari tentu bunganya. Kalau tidak ada bunga, maka bunga bougenville tidak akan menarik,” ujarnya.
Beruntung, orang tua Nilla mendukung usahanya. Apalagi, mereka juga pecinta bunga. Bahkan, bisnis jualan bunga juga digeluti keluarga Nilla. “Semua itu suka bunga,” ujarnya.
Editor : rekian