Mengenal Yudi Satria Mahardi, Petugas Damkarmat Nganjuk yang Padamkan Api dan Bantu Korban KDRT

Karen Wibi • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 17:49 WIB
PENGALAMAN BERHARGA: Kabid Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana Dinas Damkarmat Kabupaten Nganjuk Yudi Satria Mahardi Siaga 24 Jam saat bertugas di Damkarmat. (novanda nirwana/jprk)
PENGALAMAN BERHARGA: Kabid Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana Dinas Damkarmat Kabupaten Nganjuk Yudi Satria Mahardi Siaga 24 Jam saat bertugas di Damkarmat. (novanda nirwana/jprk)

Padamkan Api dan Tempat Curhat Korban KDRT 

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Yudi Satria Mahardi telah bertugas di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Nganjuk selama empat tahun. Sejak Sabtu (1/8), pria yang terakhir menjabat sebagai Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk itu resmi memasuki masa purnatugas.

Saat pensiun, dia tidak bersedih. Justru, dia merasa bangga.

NOVANDA NIRWANA – NGANJUK, JP Radar Nganjuk

“Saya sangat bersyukur bisa pensiun di Damkarmat Nganjuk,” ujar Yudi Satria Mahardi.

Kabid Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk itu mengaku banyak manfaat yang didapat selama bertugas.

“Di Damkarmat, saya merasa bisa membantu banyak orang,” ujar Yudi.

Sebelum bertugas di Dinas Damkarmat Nganjuk, Yudi menghabiskan sebagian besar kariernya di Dinas Sosial.

Ketika Damkar resmi berdiri sebagai organisasi perangkat daerah tersendiri pada 11 Januari 2022, dia ikut menjadi bagian dari dinas baru tersebut.

Selama 4,5 tahun, berbagai peristiwa telah dilalui. Mulai dari kebakaran, penyelamatan hewan, hingga persoalan sosial yang datang tanpa diduga.

Menurutnya, tugas petugas Damkarmat ternyata jauh lebih luas dibanding anggapan masyarakat.

Tidak sedikit warga yang datang ke markas Damkarmat untuk meminta pertolongan, meski persoalan yang dihadapi bukan kebakaran.

Pernah Jadi Tempat Mengadu Korban KDRT

Salah satu pengalaman yang paling diingat Yudi adalah ketika seorang korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) datang ke pos Damkarmat pada malam hari.

Perempuan itu mencari tempat mengadu sekaligus meminta pertolongan.

“Kami dengarkan dulu ceritanya. Setelah itu kami arahkan dan koordinasikan dengan Dinas Sosial agar mendapat penanganan yang tepat,” kenangnya.

Selain menangani persoalan sosial, Yudi juga pernah mengevakuasi seekor kucing yang terjebak di dalam sumur.

Meski terlihat sederhana, operasi penyelamatan tetap membutuhkan kehati-hatian agar hewan maupun petugas sama-sama selamat.

Bagi Yudi, setiap laporan yang masuk selalu memiliki cerita.

Tidak semuanya tentang kobaran api. Banyak pula yang berkaitan dengan persoalan kemanusiaan.

Siap Berangkat Kapan Saja Saat Ada Kebakaran

Meski sering menangani berbagai penyelamatan, penanganan kebakaran tetap menjadi bagian terbesar dari pengabdiannya.

Panggilan darurat bisa datang kapan saja, termasuk ketika sedang terlelap.

Ia masih mengingat betul suatu malam sekitar pukul 02.00.

Saat sedang tidur, telepon darurat berbunyi. Sebuah kecelakaan lalu lintas di wilayah Lengkong memicu kebakaran dan membutuhkan penanganan cepat.

Tanpa berpikir panjang, Yudi langsung mengenakan pakaian dinas dan menuju lokasi bersama tim.

“Kalau sudah ada laporan, ya harus berangkat. Syukur waktu itu tidak ada korban jiwa,” katanya.

Bagi Yudi, menjadi petugas Damkarmat Nganjuk bukan sekadar memadamkan api.

Profesi itu mengajarkan arti kesiapsiagaan, empati, dan pengabdian kepada masyarakat. (tyo)

Editor : Miko
Petugas Damkarmat kepala bidang Penyelamat bangga bisa membantu banya orang purna tugas nganjuk