Mengenal Kepala SMKN 2 Bagor Sugeng Supri Utomo

Novanda Nirwana • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 14:46 WIB
TELADAN: Kepala SMKN 2 Bagor Sugeng Supri Utomo selalu naik bus Magetan-Nganjuk setiap pagi. (karen wibi/jprk)
TELADAN: Kepala SMKN 2 Bagor Sugeng Supri Utomo selalu naik bus Magetan-Nganjuk setiap pagi. (karen wibi/jprk)

 

 

 

Naik Bus setelah Azan Subuh Berkumandang

Sugeng Supri Utomo patut diacungi dia jempol. Dia tidak mau datang terlambat ke sekolah. Karena sebagai Kepala SMKN 2 Bagor, Sugeng menjadi panutan. Sehingga, dia harus bangun pagi dan berangkat ke sekolah sebelum guru dan siswa. 

NOVANDA NIRWANA – NGANJUK, JP Radar Nganjuk

Bus Mira dan Sugeng Rahayu menjadi teman perjalanan Sugeng setiap hari. Sejak sembilan bulan terakhir, perjalanan tersebut menjadi rutinitas baru bagi Sugeng setelah mendapat promosi jabatan sebagai Kepala SMKN 2 Bagor.
Sugeng memang tidak tinggal di Nganjuk. Dia masih menetap di Magetan dan memilih pulang-pergi setiap hari. Saat azan Subuh berkumandang, Sugeng sudah siap. Kemudian, dia berangkat menuju titik keberangkatan bus. Menjelang pukul 06.00, dirinya sudah tiba di sekolah. “Setiap hari ya saya berteman dengan Bus Mira dan Sugeng Rahayu,” ujarnya.
Perjalanan tersebut dilakoni setelah dirinya mendapat promosi jabatan. Salah satu konsekuensi yang harus diterima adalah kesediaan ditempatkan di mana saja di wilayah Jawa Timur. Sugeng pun tidak banyak pertimbangan ketika akhirnya mendapat penempatan di SMKN 2 Bagor. “Memang syarat promosi jabatan itu harus siap ditempatkan di mana saja di Jawa Timur. Jadi ya saya terima saja. Akhirnya saya ditempatkan di sini,” ungkapnya.
Sebelum memimpin SMKN 2 Bagor, Sugeng menghabiskan sekitar 20 tahun di SMKN 1 Bendo, Magetan. Dua dekade menjadi guru membuat lingkungan sekolah sebelumnya begitu lekat dengannya. Namun, tugas baru membuatnya harus beradaptasi dengan lingkungan dan karakter sekolah yang berbeda.
Sesampainya di sekolah, Sugeng tidak langsung duduk di ruang kepala sekolah. Dia memilih berkeliling melihat kondisi sekolah. Kebiasaan itu dilakukan untuk mengetahui secara langsung apa saja yang perlu dibenahi. “Saya lihat kekurangannya apa, saya benahi pelan-pelan,” tuturnya.
Salah satu pekerjaan rumah yang menjadi perhatiannya sejak awal adalah kedisiplinan siswa. Bagi Sugeng, membangun kedisiplinan tidak cukup hanya dengan memberikan aturan. Kepala sekolah juga harus memberikan contoh.
Karena itu, dia berusaha datang tepat waktu setiap hari. Bahkan, dia tidak menargetkan menjadi orang pertama yang menginjakkan kaki di sekolah. “Ngga paling awal saya di sini, karena pasti yang datang paling awal ada tukang sapu-sapu,” katanya.
Pada awal kepemimpinannya, Sugeng masih memberikan toleransi terhadap siswa yang terlambat. Namun, seiring berjalannya waktu, teguran mulai diberikan agar kebiasaan tersebut tidak terus berulang.
Menurut dia, kedisiplinan menjadi bekal penting bagi siswa ketika nantinya masuk dunia kerja. Hal itu pula yang membuatnya membawa pengalaman dari sekolah sebelumnya ke SMKN 2 Bagor.
Sekolah tempat Sugeng mengajar selama dua dekade sebelumnya dikenal menerapkan sistem berbasis ketarunaan. Nilai-nilai kedisiplinan dan pembentukan sikap tersebut kemudian coba dia terapkan di sekolah barunya. “Karena pada saat bekerja yang dicari itu pasti kedisiplinan dan attitude dulu,” tegasnya.
Tak hanya soal kedisiplinan, Sugeng juga mulai melihat potensi lain yang dimiliki SMKN 2 Bagor. Salah satunya adalah fasilitas perhotelan yang pernah dikelola langsung oleh siswa.
Fasilitas tersebut bernama Agrotel. Hotel itu memiliki sejarah yang berkaitan dengan karakter SMKN 2 Bagor yang sebelumnya berbasis agribisnis. Namun, pandemi Covid-19 membuat aktivitas hotel tersebut terhenti.
Kini, Agrotel kembali menjadi salah satu pekerjaan rumah yang ingin dihidupkan Sugeng. Apalagi, pihak Cabang Dinas Pendidikan juga menargetkan agar fasilitas tersebut dapat kembali beroperasi.
Selama beberapa bulan terakhir, pembenahan dilakukan secara bertahap. Kamar hingga lingkungan sekitar hotel mulai diperbaiki. Sugeng menyadari, tidak semua bisa dikerjakan sekaligus. “Beberapa bulan ini ya saya perbaiki lagi hotelnya sebelum beroperasi. Kamar dan lingkungan sekitar mulai saya perbaiki,” jelasnya.
Bagian halaman depan hotel masih menjadi pekerjaan berikutnya. Pembenahan dilakukan satu per satu menyesuaikan kemampuan dan prioritas sekolah. (tyo)

Editor : rekian
SMKN 2 Bagor Sugeng Supri Utomo menjadi panutan disiplin kepala sekolah