JP Radar Nganjuk - Banyak orang percaya bahwa menaburkan garam bisa mengusir ular dari rumah atau pekarangan.
Mitos ini sudah tersebar luas dan sering dipraktikkan, terutama di daerah pedesaan. Tapi, apakah ular benar-benar takut garam?
Faktanya, ular tidak takut garam. Ini hanyalah mitos yang tidak didukung oleh bukti ilmiah.
Ular adalah reptil yang memiliki sisik kuat sebagai pelindung tubuhnya, sehingga mereka tidak akan terpengaruh oleh garam seperti halnya siput atau lintah.
Hewan seperti siput bisa dehidrasi karena garam, tetapi hal ini tidak berlaku untuk ular. Mereka tidak bereaksi terhadap garam karena tidak memiliki mekanisme tubuh yang terpengaruh secara langsung oleh zat tersebut.
Jadi, menaburkan garam di sekeliling rumah atau kebun bukanlah cara yang efektif untuk mencegah ular datang.
Justru, hal ini bisa membuat orang merasa aman secara palsu tanpa benar-benar menyelesaikan masalah.
Jika kamu ingin mencegah ular masuk ke rumah, cara yang lebih efektif adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan. Singkirkan tumpukan kayu, batu, atau semak-semak yang bisa menjadi tempat persembunyian ular.
Selain itu, pastikan semua celah, lubang, atau retakan di rumah tertutup rapat. Ular bisa masuk melalui celah kecil yang tidak kamu sadari.
Periksa bagian bawah pintu, ventilasi, dan saluran pembuangan secara rutin.
Mengendalikan hewan kecil seperti tikus juga penting, karena tikus adalah salah satu makanan favorit ular. Jika tidak ada makanan, ular cenderung tidak akan tertarik mendekat.
Untuk perlindungan tambahan, kamu bisa menggunakan bahan alami seperti minyak serai (lemongrass), cuka, atau belerang (sulfur) yang aromanya dipercaya tidak disukai ular.
Namun jika kemunculan ular sudah sering, sebaiknya hubungi petugas pengendalian hama atau ahli reptil.
Jadi, jangan lagi andalkan garam sebagai pengusir ular. Lebih baik gunakan cara yang logis dan terbukti efektif untuk menjaga keamanan rumahmu.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira