Selama ini, ikan sapu-sapu lebih dikenal sebagai “tukang bersih-bersih” akuarium. Mulutnya yang berbentuk seperti pengisap membuatnya rajin menempel di kaca dan menghabisi lumut. Tapi siapa sangka, ikan yang tampak keras dan penuh duri ini ternyata bisa dimakan?
Ya, secara teknis, daging ikan sapu-sapu bisa dikonsumsi manusia. Di negara asalnya, seperti Brasil, beberapa komunitas lokal menjadikan ikan ini sebagai sumber protein alternatif.
Dagingnya berwarna putih pucat, agak alot, dan tak memiliki duri halus seperti ikan lele atau nila. Namun, bukan berarti ikan ini langsung aman masuk ke wajan dapur.
Masalahnya, ikan sapu-sapu sering ditemukan di perairan yang kotor. Banyak dari mereka hidup di sungai-sungai kota yang penuh limbah rumah tangga dan limbah industri.
Karena kebiasaannya memakan apa saja dari lumut, bangkai, sampai lumpur ikan ini berisiko mengandung logam berat dan zat beracun.
“Kalau ditangkap dari sungai perkotaan, sebaiknya jangan dikonsumsi. Bahaya,” kata seorang peneliti lingkungan dari universitas negeri di Jawa Timur.
Namun, bukan berarti tidak ada yang mengolahnya. Di beberapa daerah, warga mencoba mengolah daging ikan sapu-sapu menjadi abon, keripik, hingga dendeng. Tentu dengan syarat: ikan ditangkap dari perairan bersih dan diproses secara higienis.
Satu hal yang pasti, jika ingin mencoba rasa dagingnya, pastikan ikan berasal dari sumber air bersih. Buang kulitnya yang keras, cuci bersih, lalu masak sampai benar-benar matang. Kalau tidak, bukannya sehat, malah bisa jadi petaka.
Ikan sapu-sapu memang bukan primadona kuliner. Tapi di tengah krisis pangan dan kebutuhan akan protein murah, siapa tahu ia bisa berubah nasib. Tentu, dengan pengelolaan yang tepat.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira