Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Hati-Hati, Jenis Kain Ini Bisa Bikin Bau Badan Makin Menyengat!

Internship Radar Kediri • Kamis, 24 Juli 2025 | 00:15 WIB

 

Ilustrasi Pakaian
Ilustrasi Pakaian

JP RADAR NGANJUK-Bau badan sering dianggap hanya dipengaruhi oleh keringat atau kebersihan tubuh. Padahal, tanpa disadari, jenis kain yang dikenakan juga berperan besar dalam memicu munculnya bau tak sedap.

Beberapa kain tertentu justru cenderung membuat keringat terperangkap pada kulit dan memicu pertumbuhan bakteri yang menyebabkan bau tak sedap. Berikut jenis-jenis kain yang perlu diwaspadai dan alasan mengapa kain tersebut menjadi pemicu bau badan

Polyester

Polyester adalah bahan sintetis yang terkenal tahan lama dan banyak digunakan untuk pakaian olahraga. Namun, dibalik keunggulannya, bahan ini ternyata dapat memicu bau badan.

Hal ini disebabkan oleh sifat polyester yang sulit menyerap keringat. Keringat pun akan terperangkap di antara serat kain, menciptakan lingkungan lembap yang ideal bagi bakteri penyebab bau tubuh.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Lagu Chill Beserta Linknya untuk Menemani Makan Siang di Kantor

Kain polyester terbuat dari campuran senyawa kimia seperti ethylene glycol dan asam tereftalat, yang dikombinasikan menjadi polyethylene terephthalate (PET) bahan yang berasal dari minyak bumi (petroleum). 

Komposisi inilah yang membuat polyester memiliki daya tahan tinggi, tetapi sayangnya juga membuatnya kurang "breathable". Sirkulasi udara menjadi buruk dan keringat sulit menguap, sehingga risiko bau badan pun meningkat.

Baca Juga: Abaya Vs Gamis, Mana yang Lebih Stylish untuk Gen-Z di Kajian Islami?

Nilon

Nilon adalah bahan sintetis yang dikenal elastis, ringan, dan cepat kering. Namun, dibalik kelebihannya, nilon memiliki kelemahan dalam hal kenyamanan terutama bagi mereka yang mudah berkeringat.

Salah satu kekurangan utama nilon adalah kemampuannya yang buruk dalam menyerap keringat. Karena tidak terbuat dari serat alami, kain ini cenderung menahan keringat di permukaan kulit dan menciptakan rasa lembab. Kondisi ini menjadi pemicu utama munculnya bau badan, terutama jika dikenakan dalam waktu lama.

Baca Juga: Nggak Perlu ke Gym, Walking Pad dan TikTok Workout Jadi Andalan Olahraga di Rumah

Menggunakan pakaian yang berbahan nilon di area tubuh yang sering mengeluarkan keringat seperti ketiak, panggung, dan area paha dapat meningkatkan resiko bau tak sedap.

Akrilik 

Akrilik adalah bahan sintetis berbasis minyak bumi yang sering digunakan untuk sweater dan pakaian rajutan. Sayangnya, kain ini tidak menyerap keringat dengan baik karena tidak memiliki pori-pori alami seperti kapas.

Akibatnya, keringat mudah terperangkap, menciptakan kondisi lembap yang memicu pertumbuhan bakteri penyebab bau badan. Sifatnya yang panas dan kurang memiliki sirkulasi udara membuat akrilik tidak ideal dipakai dalam waktu lama atau di cuaca panas.

Baca Juga: 5 Kereta Api Mewah di Dunia 2025: View Spektakuler & Pengalaman Fancy Banget!

Dinda Lailli Ningtyas-Mahasiswa UIN SATU Tulungagung

 




Editor : Jauhar Yohanis
#bau badan #kain #keringat bau #akrilik #nilon #polyester