NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Film Uglies, karya terbaru sutradara McG, resmi tayang di Netflix, tepatnya 13 September 2024.
Film ini diadaptasi dari novel terlaris berjudul sama karya Scott Westerfeld yang terbit pertama kali tahun 2005. Mengusung tema science fiction, Uglies membawa penonton ke masa depan berteknologi maju yang mengeksplorasi isu-isu sosial seputar standar kecantikan.
Sinopsis Film “Uglies”
Kisah Uglies terjadi di dunia distopia di mana setiap remaja harus menjalani operasi kosmetik pada usia 16 tahun. Operasi ini bertujuan untuk menghapus perbedaan fisik dan membuat setiap orang mengikuti standar kecantikan ideal yang ditetapkan oleh masyarakat. Dalam trailer yang dirilis, film ini memperlihatkan dunia yang futuristik, penuh warna namun juga penuh ketegangan. Kami melihat Tally berdiri di depan cermin, membayangkan masa depannya sebagai orang yang cantik.
Laverne Cox yang juga membintangi film ini memberikan penampilan yang sangat baik saat memberikan semangat kepada sekelompok remaja yang akan menjalani operasi plastik. Ketika Tally menemukan gaya hidup alternatif, bebas dari tekanan untuk memenuhi standar kecantikan, dia menyadari bahwa ada pilihan lain dalam hidupnya. Namun pilihan tersebut jelas membawa banyak resiko besar. Tally harus memutuskan apakah dia akan menentang semua yang dia tahu demi masa depannya sendiri.
Film ini tidak hanya menyoroti persoalan terkait penampilan, namun juga menggali lebih dalam mengenai jati diri dan kebebasan individu yang kerap tertindas oleh tuntutan masyarakat.
Sementara itu, proyek adaptasi ini pertama kali diumumkan pada September 2020 sebagai bagian dari kemitraan dengan Netflix, setelah sebelumnya dikembangkan di bawah arahan Fox.
Produksi berlangsung di Atlanta, Georgia dan menggunakan teknologi CGI yang kompleks, yang berarti film ini diharapkan dapat memukau secara visual.
Bagi yang tertarik dengan topik seperti tersebut, film "Uglies" siap streaming di Netflix pada 13 September 2024 dan akan membawa Anda menjelajahi dunia di mana kecantikan bukanlah segalanya. Mari kita lihat bagaimana Tally dan karakter lainnya menghadapi kenyataan yang tidak seindah yang kita bayangkan.