Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Drama di Luar Layar Abidzar Al Ghifari dan Kontroversi "A Business Proposal" yang Mengguncang Perfilman Indonesia

Redaksi Radar Nganjuk • Selasa, 4 Februari 2025 | 20:12 WIB
Abidzar Al Ghifari jadi pemeran utama di film remake drama korea A Bussines Proposal mendapat hujatan netizen.
Abidzar Al Ghifari jadi pemeran utama di film remake drama korea A Bussines Proposal mendapat hujatan netizen.

JP Radar Nganjuk - Di industri film Indonesia, kontroversi sering kali menjadi bagian dari proses pemasaran dan penayangan sebuah film.

Namun, kasus Abidzar Al Ghifari dengan adaptasi film "A Business Proposal" menunjukkan bahwa perhatian publik tidak hanya pada kualitas film tetapi juga pada ucapan dan tindakan aktor utamanya.


Abidzar Al Ghifari, dikenal sebagai aktor muda yang kerap menuai kontroversi, mendapatkan sorotan tajam setelah mengakui bahwa ia tidak menonton drama Korea asli "A Business Proposal" sebelum memerankan karakter Kang Tae Moo di versi Indonesia.

Kritik muncul karena dianggap kurang menghargai karya asli dan para penggemar yang telah menonton versi Korea.

Abidzar menyatakan bahwa ia ingin memberikan interpretasi sendiri terhadap karakter tersebut.

Pernyataan ini dianggap meremehkan oleh banyak penggemar.

Baca Juga: Profil Abidzar Pemeran Utama A Business Proposal yang Banjir Hujatan Netizen
Lebih lanjut, Abidzar juga mendapatkan kritik setelah menyebut penggemar drama Korea sebagai "fans fanatik" dalam sebuah podcast, yang dianggap merendahkan.

Responnya terhadap kritik yang diterima juga menuai polemik, di mana ia menyatakan tidak mengingat kritik negatif dan bahwa orang-orang yang mengkritik tidak akan diundang ke premiere film, yang banyak dianggap sebagai tanda kesombongan.


Akhirnya, setelah mendapat reaksi negatif dari masyarakat, Falcon Pictures, produser di balik film tersebut, mengeluarkan pernyataan maaf melalui media sosial.

Dalam pernyataan itu, Falcon menegaskan bahwa tidak ada niat jahat dalam proses adaptasi ini dan menjelaskan bahwa film ini adalah hasil kerja dari lebih dari 100 kru dan 20 seniman yang telah bekerja dengan dedikasi dan niat baik.

Mereka mengakui adanya pernyataan dan tindakan yang tidak tepat, dan meminta maaf atas hal tersebut.

Meski permintaan maaf dari Falcon Pictures mendapatkan tanggapan yang bervariasi dari netizen, Abidzar sendiri juga mengunggah permintaan maaf di akun Instagram-nya.

Dia mengungkapkan penyesalan atas perilaku dan ucapannya yang telah menyakiti banyak orang dan berterima kasih atas kritik yang diberikan, menyatakan bahwa ini adalah pelajaran penting baginya dalam perjalanan menuju kedewasaan dan kebijaksanaan.

Kontroversi ini mengingatkan industri film akan pentingnya komunikasi yang baik dengan penonton dan penghargaan terhadap karya asli dalam adaptasi.

Meski "A Business Proposal" versi Indonesia dijadwalkan tayang pada 6 Februari 2025, perjalanan menuju sana telah penuh dengan pelajaran tentang profesionalisme dan sensitivitas terhadap reaksi publik.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#Remake A Business Proposal #ariel tatum #Abidzar Al Ghifari #a bussiness proposal