Dunia kerja tentu berbeda dengan dunia sekolah maupun kampus. Dalam dunia kerja, karyawan dituntut untuk bisa mengerjakan tugas yang diberikan perusahaan dengan mandiri atau bersama tim.
Persusahaan biasanya hanya berorientasi pada hasil dari tugas yang dikerjakan karyawan. Maka dari itu, karyawan harus memiliki beberapa keterampilan non teknis (Soft skill) untuk membantu menyelesaikan tugas dengan lebih mudah. Namun apa itu keterampilan non teknis?
Keterampilan non teknis adalah keterampilan yang dimiliki seseorang diluar dari keterampilan utama dalam melakukan pekerjaan.
Keterampilan non teknis ini berfungsi untuk meningkatkan keefesiensi keterampilan utama. Keterampilan non teknis ini biasanya tidak bisa dipelajari dari sekolah maupun universitas.
Namun keterampilan ini bisa dilatih secara sendiri dan bisa didapatkan melalui pengalaman.
Keterampilan non teknis adalah keterampilan yang bisa diterapkan di semua pekerjaan. Keeterampilan seperti komunikasi, manajamen waktu, dan bekerja sama bisa membantu menyelesaikan pekerjaan lebih cepat.
Berikut adalah 6 keterampilan non teknis yang wajib dimiliki ketika masuk ke dalam dunia kerja
1. Komunikasi yang Baik
Komunikasi adalah salah satu keterampilan yang wajib dimiliki dalam dunia kerja. Dalam bidang kerja manapun komunikasi diperlukan untuk menunjang hasil pekerjaan yang baik. Bahkan tak hanya dalam dunia kerja, komunikasi juga dibutuhkan dalam kehidupan sosial dan organisasi.
2. Bekerja Sama dan Kolaborasi
Hampir sebagian besar pekerjaan membutuhkan kerja sama untuk menyelesaikan pekerjaan.
Didalam kerja sama tentu satu karyawan dan karyawan lain memiliki perbedaan sepeerti latar belakang dan usia.
Keterampilan kerja sama ini harus dilatih dalam struktur kerja sama tim untuk dapat meningkatkan efesiensi tim serta hasil yang maksimal.
Baca Juga: Ingin Punya Pemasukan Tambahan? Inilah Ide Pekerjaan Sampingan yang Bisa Dikerjakan di Rumah
3. Manajemen Waktu
Di dalam dunia kerja, terkadang karyawan bisa mendapatkan tugas tambahan atau bahkan lembur yang mendadak.
Jika tidak bisa mengatur manajamen waktu dengan baik, maka karyawan akan bekerja kurang maksimal.
Untuk itulah kemampuan manajemen waktu perlu dilatih agar masuk di dunia kerja menjadi lebih disiplin.
4. Inisiatif yang Tinggi
Di dalam perusahaan, tentu saja atasa suka dengan karyawan yang memiliki inisiatif. Inisiatif yang dimaksud adalah keterampilan menyelesaikan masalah tanpa harus dimintai tolong terlebih dahulu.
Karyawan yang memiliki inisiatif yang tinggi biasanya memiliki jiwa kepimpimpinan dan bisa ditugaskan sebagai pemimpin yang baik.
5. Profesionalisme
Profesionalsime mungkin merupakan hal yang bartu bagi karyawan yang baru lulu dari sekolah maupun universitas.
Faktanya, profesionalisme tidak selalu berarti harus menyelesaikan semua masalah dengan professional.
Hal-hal kecil seperti datang tepat waktu, bertanggung jawab, jujur sudah termasuk comtoh sederhana dari profesionalisme yang bisa diterapkan di lingkungan pekerjaan.
6. Berpikir Kritis dan Kreatif
Berpikir kritis adalah keterampilan untuk menganalisis dan mengevaluasi suatu masalah untuk mendapatkan solusi.
Berpikir kritis tidak berarti hanya pasrah akan masalaha, tapi berusaha menumkan jawaban dari masalah tersebut.
Sementara kreatif adalah cara melihqt pemecahan dan jawaban dari suatu masalah dari sudut pandang atau ide lain.
Kedua hal ini harus berjalan beriringan untuk menyelsaikan masalah atau tugas yang datang dari perusahaan.
Penlis: Mahasiswa Magang PNM Joenaidi Zidane
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira