Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Simak Makna Psikologis tentang Simbol Semicolon yang Sering Dijadikan Tatto dan Aksesories

Redaksi Radar Nganjuk • Jumat, 14 Maret 2025 - 19:45 WIB
Simak Makna Psikologis tentang Simbol Semicolon yang Sering Dijadikan Tatto dan Aksesories
Simak Makna Psikologis tentang Simbol Semicolon yang Sering Dijadikan Tatto dan Aksesories

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Dalam dunia psikologi, simbol semicolon bukan hanya sekedar tanda baca. Melainkan sebuah simbol yang memiliki sebuah makna.

Simbol ini secara visual merepresentasikan harapan dan dukungan untuk orang yang mengalami masalah kesehatan mental.

Dalam psikologi, simbol ini mengartikan bahwa hidup seseorang tidak akan berakhir begitu saja karena masalah kesehatan mental.

Simbol ini juga menjadi simbol representasi mengenai kesadaran tentang kesehatan mental.

Sama seperti semicolon (;) dalam tata bahasa yang berfungsi sebagai penghubung dua klausa independen. Simbol ini mengartikan bahwa akan selalu ada kemudahan dan kelanjutan pada setiap masa sulit yang datang dalam kehidupan.

Amy Bleuel pada tahun 2013 memprakarsai gerakan Semicolon Project sebagai rasa hormat kepada mendiang ayahnya yang meninggal karena bunuh diri.

Ia bertekat membangun komunitas yang aman dan saling merangkul untuk berjuang dengan masalah kesehatan mental.

Simbol semicolon (;) dipilih karena dalam aturan tata bahasa simbol tersebut berlaku sebagai penghubung dua klausa independen.

Seorang penulis bisa saja mengakhiri kalimat dengan tanda titik (.), namun memilih tetap melanjutkan kalimatnya dengan tanda semicolon (;).

Hal ini merepresentasikan pilihan untuk terus melanjutkan hidup dan terus berjuang alih alih memilih untuk berhenti dan menyerah.

Baca Juga: Pernah Kuliah di Amerika, Intip Profil Lengkap Dr. Oky Pratama yang Videonya Tersebar di Twitter

Simbol semicolon banyak dipakai oleh banyak orang secara global, baik dalam bentuk tatto, lukisan, kalung, dan aksesori lain untuk menunjukkan dukungan terhadap kesehatan mental sekaligus menjadi pengingat bahwa mereka tidak berjuang sendirian dan akan selalu ada harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Penulis: Effa Desiana Hidayah

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#mental health #psikolog #viral #kesehatan mental