Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Benarkah Merokok Bisa Bikin Mandul? Ini Faktanya!

Redaksi Radar Nganjuk • Rabu, 2 April 2025 | 03:00 WIB
Merokok
Merokok

JP Radar Nganjuk - Sebagian besar masyarakat di Indonesia adalah seorang perokok aktif, dilansir dari Kemkes.go.id, menyebutkan bahwa perokok aktif di Indonesia mencapai 70 juta orang, dengan 7,4% di antaranya perokok berusia 10-18 tahun pada tahun 2023 lalu. 

Merokok adalah kebiasaan yang telah terbukti memiliki banyak dampak negatif terhadap kesehatan, salah satu dampak yang sering tidak disadari adalah pengaruhnya terhadap kesuburan, baik pada pria maupun wanita. 

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa merokok dapat meningkatkan risiko kemandulan karena zat-zat berbahaya yang terkandung di dalam rokok.

 

Bagaimana Bisa?

Banyak penelitian telah membuktikan bahwa bahan kimia beracun dalam rokok bisa menyebabkan gangguan reproduksi, baik pada pria maupun wanita. Diantaranya : 

 

 

Nikotin dan zat beracun dalam rokok dapat mengurangi jumlah sperma, memperlambat pergerakannya atau motilitas, dan meningkatkan risiko kelainan bentuk sperma. 

Baca Juga: Heboh Kericuhan Acara CB di Nganjuk, Merokok di Minimarket hingga Merusak Mobil milik Penyanyi, Ini yang Akan Dilakukan Polres Nganjuk

Hal ini juga dijelaskan oleh dr. Tirta Mandira Hudhi atau yang sering disapa cipeng pada podcast yang berjudul “#Suaratirta: MENJAWAB PERTANYAAN SEPUTAR MITOS & FAKTA KESEHATAN” di kanal youtube Tirta PengPengPeng yang tayang pada 4 Desember 2023.

“Asap rokok itu mengandung bukan hanya nikotin tapi berbagai zat-zat lainnya, nah karena dibakar itu kan karsinogenik dan itu akan mempengaruhi kualitas sperma dan kualitas sel-sel ovarium,” jelasnya.

 

 

Bagi wanita, rokok bisa merusak sel telur dan mempercepat menopause dini. 

Menopause dini adalah kondisi ketika seorang wanita mengalami menopause sebelum usia 40 tahun. Normalnya, menopause terjadi antara usia 45-55 tahun, tetapi dalam beberapa kasus, ovarium berhenti berfungsi lebih cepat dari seharusnya.

Belum lagi, merokok juga meningkatkan risiko keguguran serta kehamilan ektopik atau kehamilan di luar rahim yang bisa berakibat fatal.

Baca Juga: Menguasai Seni Pernapasan yang Benar untuk Kesehatan Optimal

 

 

Rokok dapat mempersempit pembuluh darah, termasuk yang ada di area reproduksi pria. Alhasil, disfungsi ereksi bisa terjadi lebih cepat dari yang dibayangkan.

Jika ingin tetap subur dan memiliki keturunan yang sehat, berhenti merokok adalah keputusan terbaik. Semakin cepat berhenti, semakin besar kemungkinan tubuh untuk memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi. Jadi, sebelum terlambat, pilihlah masa depan yang lebih sehat dan bebas rokok.

Berhenti merokok adalah langkah kecil namun berdampak sangat besar bagi masa depan.

 

Penulis: Fikri Raihan Pratama, Mahasiswa Magang Universitas Pembangunan “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT)

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#kemandulan #merokok