Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

Banyak yang Gagal Panen, Ini Rahasia Merawat Pohon Kelengkeng agar Berbuah Lebat dan Manis

Miko • Rabu, 2 April 2025 | 04:48 WIB

Photo
Photo

JP Radar Nganjuk – Memiliki pohon kelengkeng yang tumbuh subur tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Namun, tidak sedikit orang yang mengeluhkan pohonnya hanya rimbun daun tanpa menghasilkan buah, meski sudah bertahun-tahun ditanam.

Padahal, kelengkeng termasuk tanaman buah yang relatif mudah dirawat jika kebutuhan dasarnya terpenuhi. Mulai dari pemilihan lokasi tanam, pola penyiraman, hingga teknik merangsang pembungaan, semuanya berperan penting dalam menentukan hasil panen.

Menariknya, banyak petani kelengkeng sukses justru mengandalkan perawatan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Bukan hanya soal pupuk, tetapi juga memahami "bahasa" tanaman agar dapat tumbuh optimal.

Berikut beberapa cara merawat pohon kelengkeng agar cepat berbuah dan menghasilkan panen yang melimpah.

1. Pilih Lokasi Tanam yang Tepat

Pohon kelengkeng membutuhkan paparan sinar matahari penuh untuk mendukung proses fotosintesis dan pembentukan bunga.

Karena itu, tanamlah di area terbuka yang mendapatkan cahaya matahari setidaknya enam hingga delapan jam setiap hari.

Selain itu, gunakan tanah yang gembur, subur, dan memiliki sistem drainase yang baik. Tambahkan pupuk kandang atau kompos sebelum penanaman untuk meningkatkan kandungan unsur hara di dalam tanah.

Baca Juga: Kelengkeng Cepat Berbuah, Pilih Jenis yang Tepat untuk Panen Lebih Cepat!

2. Lakukan Penyiraman Secara Bijak

Kelengkeng membutuhkan air yang cukup, terutama saat musim kemarau.

Namun, penyiraman yang berlebihan justru dapat memicu pembusukan akar dan menghambat pertumbuhan tanaman.

Siram secukupnya ketika kondisi tanah mulai mengering. Pastikan tidak ada genangan air di sekitar pangkal batang.

3. Berikan Pupuk Secara Rutin

Pemupukan menjadi salah satu kunci utama agar pohon kelengkeng tumbuh sehat dan produktif.

Gunakan pupuk NPK dengan komposisi seimbang, seperti NPK 16:16:16, setiap dua hingga tiga bulan sekali untuk mendukung pertumbuhan batang dan daun.

Sementara itu, pupuk kandang atau kompos dapat diberikan setahun sekali guna memperbaiki struktur tanah.

Ketika pohon mulai memasuki fase pembungaan, gunakan pupuk yang kaya fosfor dan kalium untuk membantu proses pembentukan buah.

4. Pangkas Cabang yang Tidak Produktif

Pemangkasan bukan hanya bertujuan merapikan bentuk pohon.

Cabang yang terlalu rimbun dapat menghalangi masuknya sinar matahari dan mengurangi sirkulasi udara di dalam tajuk tanaman.

Pangkas cabang yang mati, kering, atau tumbuh tidak beraturan. Langkah ini juga dapat merangsang munculnya tunas-tunas baru yang berpotensi menghasilkan bunga.

5. Terapkan Teknik Perangsangan Pembungaan

Salah satu masalah yang sering dialami pemilik pohon kelengkeng adalah tanaman sulit berbunga.

Jika hal itu terjadi, teknik stres air dapat dicoba. Caranya dengan mengurangi penyiraman selama dua hingga tiga minggu, kemudian kembali menyiram secara normal.

Perubahan kondisi tersebut dapat memicu tanaman untuk memasuki fase generatif atau pembungaan.

Selain itu, sebagian petani menggunakan bahan perangsang seperti KNO3 atau Zat Pengatur Tumbuh (ZPT). Namun, penggunaannya perlu disesuaikan dengan dosis anjuran agar tidak merusak tanaman.

6. Waspadai Serangan Hama dan Penyakit

Pohon kelengkeng juga tidak luput dari ancaman hama dan penyakit.

Beberapa hama yang sering menyerang antara lain ulat, kutu putih, dan lalat buah. Jika dibiarkan, serangan tersebut dapat mengganggu pertumbuhan hingga menurunkan kualitas hasil panen.

Lakukan pemeriksaan secara rutin pada daun, batang, dan buah.

Jika ditemukan hama dalam jumlah sedikit, pestisida nabati dapat menjadi pilihan. Namun, apabila serangan cukup berat, penggunaan insektisida sesuai aturan dapat dipertimbangkan.

Kebersihan area sekitar pohon juga perlu dijaga untuk mengurangi risiko munculnya jamur dan penyakit lainnya.

Konsistensi Menjadi Kunci

Merawat pohon kelengkeng sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Kunci utamanya terletak pada ketelatenan dan konsistensi dalam memenuhi kebutuhan tanaman.

Dengan lokasi tanam yang tepat, pemupukan teratur, serta pengendalian hama yang baik, pohon kelengkeng dapat tumbuh sehat dan berbuah lebat setiap musim.

Tidak ada hasil instan dalam berkebun. Namun, melihat ranting-ranting pohon dipenuhi buah kelengkeng yang manis tentu akan menjadi kepuasan tersendiri bagi setiap pemiliknya.

Editor : Miko
#buah #kelengkeng #pohon buah #pohon kelengkeng