Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Perguruan Silat di Indonesia, Warisan Budaya yang Terus Berkembang

Miko • Senin, 7 April 2025 - 00:57 WIB
Pesilat putra Indonesia Rano Selamet Nugraga (kanan), Asep Yuldan Sani (tengah) dan Anggi Faisal Mubarok (kiri) beraksi dalam final nomor seni group putra Pencak Silat saat SEA Games 2023
Pesilat putra Indonesia Rano Selamet Nugraga (kanan), Asep Yuldan Sani (tengah) dan Anggi Faisal Mubarok (kiri) beraksi dalam final nomor seni group putra Pencak Silat saat SEA Games 2023

JP Radar Nganjuk - Pencak silat bukan sekadar seni bela diri. Bagi banyak orang Indonesia, silat adalah warisan leluhur, jalan hidup, dan identitas budaya. Dari Sabang sampai Merauke, kita bisa menemukan ratusan perguruan silat yang mengajarkan lebih dari sekadar jurus dan tendangan.

Baca Juga: Atlet PSHT Cabang Nganjuk Borong Medali Berbagai Kejuaraan, Harumkan Nama Pencak Silat Kota Angin

Lebih dari 800 Perguruan dan Terus Bertambah

Hingga saat ini, data dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) mencatat bahwa ada lebih dari 800 perguruan silat yang tersebar di seluruh penjuru negeri. Itu baru yang terdaftar secara resmi. Di luar itu, masih banyak aliran silat tradisional yang diajarkan secara lokal—bahkan mungkin hanya dikenal oleh satu desa atau satu keluarga.

 

Nama-Nama Besar di Dunia Persilatan

Beberapa perguruan telah menjangkau panggung nasional bahkan internasional. Di antaranya:

Masing-masing perguruan punya ciri khas teknik, filosofi, dan sistem latihan yang unik.

Baca Juga: Ayuningtyas, Atlet Silat Asal Sukomoro Sempat Down saat Ayahnya Meninggal

Silat dan Budaya

Di beberapa daerah, pencak silat tak hanya berfungsi sebagai bela diri, tapi juga bagian dari upacara adat, seni pertunjukan, bahkan pendidikan karakter. Jurus-jurus silat bisa tampil dalam iringan gamelan, dipertunjukkan saat hajatan, atau jadi bagian dari tradisi penyambutan tamu.

Silat bukan hanya tentang "melawan", tapi tentang keseimbangan, ketenangan, dan pengendalian diri.

 

 

Dari Warisan ke Dunia Digital

Sejak UNESCO menetapkan pencak silat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia pada 2019, perhatian terhadap silat semakin meningkat. Kini, banyak perguruan beradaptasi ke era digital: membuat konten di YouTube, mengadakan kelas online, hingga merancang aplikasi latihan.

Generasi muda mulai melirik kembali silat bukan cuma karena nilai budayanya, tapi juga karena manfaatnya bagi tubuh dan jiwa.

Silat adalah Kita

Di tengah gempuran budaya global, pencak silat adalah pengingat bahwa Indonesia punya kekayaan yang tak ternilai. Dan lewat perguruan-perguruan silat yang terus hidup dan berkembang, warisan itu akan terus diteruskan dari generasi ke generasi.

Editor : Miko
#pagar nusa #tapak suci #ipsi #pencak silat #merpati putih #psht #silat