JP Radar Nganjuk - Burung Emprit Kaji, atau yang juga dikenal sebagai Bondol Haji atau Pipit Haji, adalah salah satu jenis burung pipit yang cukup unik dan mudah dikenali.
Ciri khas utama burung ini adalah warna kepalanya yang putih bersih, menyerupai peci haji, sehingga masyarakat Jawa menyebutnya “Kaji” (haji). Tubuhnya didominasi oleh warna cokelat, menjadikannya tampak kontras namun anggun.
Ukuran tubuh burung ini tergolong kecil, hanya sekitar 11 cm. Meski mungil, Emprit Kaji memiliki kicauan yang merdu dan khas, membuatnya sering dijadikan burung masteran oleh para pecinta burung kicau. Kicauannya tajam dan ritmis, cocok untuk melatih burung-burung lain seperti kenari atau lovebird.
Habitat asli Emprit Kaji tersebar luas di kawasan Asia Tenggara, termasuk Semenanjung Malaya, Sumatra, Jawa, Bali, dan Sulawesi. Mereka biasanya ditemukan di lahan terbuka seperti sawah, padang rumput, dan rawa-rawa, bahkan hingga ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut.
Burung ini dikenal hidup berkelompok dan sangat aktif, terutama saat musim panen padi. Mereka akan turun bergerombol ke area persawahan untuk mencari biji-bijian, yang merupakan makanan utama mereka. Aktivitas inilah yang kadang membuat para petani geram, karena dianggap sebagai hama tanaman padi.
Namun di balik reputasinya sebagai perusak tanaman, Emprit Kaji ternyata punya nilai budaya dan simbolik yang menarik. Dalam beberapa tradisi, burung ini dipercaya membawa keberuntungan. Misalnya, dalam perayaan Imlek, burung ini sering dilepaskan ke alam sebagai simbol harapan dan kemakmuran.
Selain itu, Emprit Kaji juga punya nilai ekonomi. Karena suara kicauannya yang menarik dan tampilan fisiknya yang khas, banyak orang memeliharanya. Harga burung ini di pasaran bisa lebih tinggi dibandingkan jenis emprit lainnya, terlebih jika sudah gacor (rajin berkicau).
Perawatan burung ini terbilang cukup mudah. Mereka tidak memerlukan perlakuan khusus seperti pemandian rutin. Cukup diberi pakan biji-bijian seperti milet atau gabah kecil, dan sesekali dijemur agar tetap sehat dan aktif.
Secara konservasi, populasi Emprit Kaji masih terbilang aman. Namun, seiring dengan berkurangnya lahan hijau dan meningkatnya aktivitas manusia, habitat mereka berpotensi menyusut.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk tetap menjaga keseimbangan alam agar burung-burung seperti Emprit Kaji tetap bisa hidup berdampingan dengan manusia.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira