Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Mengenal Burung Decu, Si Kicau Kecil yang Penuh Pesona di Alam Terbuka

Nakula Agi Sada • Rabu, 9 April 2025 | 18:57 WIB
Mengenal Burung Decu, Si Kicau Kecil yang Penuh Pesona di Alam Terbuka
Mengenal Burung Decu, Si Kicau Kecil yang Penuh Pesona di Alam Terbuka

JP Radar Nganjuk - Burung decu (Saxicola caprata) merupakan salah satu burung kicauan kecil yang cukup populer di kalangan pecinta burung Indonesia. Meskipun ukurannya mungil, burung ini memiliki suara yang cukup nyaring dan merdu, sehingga kerap dijadikan burung peliharaan maupun burung masteran.

Keunikan perilaku dan suara kicauannya menjadikan burung ini menarik untuk dikaji lebih dalam.

Ciri fisik burung decu sangat khas dan mudah dikenali. Burung jantan memiliki warna bulu hitam mengilap dengan bercak putih di bagian sayap dan perut, memberikan kesan elegan dan gagah meskipun tubuhnya kecil.

Sementara itu, burung betina cenderung berwarna cokelat keabu-abuan, lebih lembut dan tidak mencolok. Perbedaan warna ini membuat identifikasi jenis kelamin burung decu menjadi lebih mudah.

Ukuran tubuh burung decu hanya sekitar 13 hingga 15 cm, dengan postur tubuh ramping dan ekor pendek. Salah satu kebiasaan unik burung ini adalah gerakan ekornya yang selalu naik-turun ketika sedang bertengger atau merasa waspada.

Gerakan ini membuat burung decu tampak lincah dan energik, sekaligus menjadi ciri khas perilaku mereka di alam.

Burung decu tersebar luas di wilayah Asia, termasuk seluruh kepulauan Indonesia. Mereka biasa ditemukan di habitat terbuka seperti padang rumput, lahan pertanian, area semak, tepi hutan, bahkan di lingkungan perkotaan dan pemukiman manusia.

Kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan membuat burung ini mudah dijumpai di berbagai daerah.

Dalam hal makanan, burung decu termasuk jenis burung pemakan serangga (insektivora). Mereka memangsa berbagai jenis serangga kecil seperti jangkrik, belalang, ulat, dan laba-laba.

Di alam liar, burung ini juga sesekali memakan biji-bijian kecil. Pola makan tersebut menjadikan burung decu berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dengan mengendalikan populasi serangga.

Suara kicauan burung decu menjadi daya tarik utama bagi para penggemarnya. Meski tubuhnya kecil, suaranya bisa sangat nyaring, bervariasi, dan penuh irama.

Banyak penghobi burung memanfaatkan decu sebagai burung masteran untuk melatih suara burung kicau lain seperti murai batu, cucak ijo, atau kacer agar memiliki variasi kicauan yang lebih kaya.

Di dunia hobi burung, burung decu memiliki tempat tersendiri. Selain sebagai burung peliharaan, mereka juga sering dilombakan dalam kontes kicau.

Penampilannya yang elegan dan suara khasnya memberikan nilai tambah dalam kompetisi. Harganya pun bervariasi tergantung dari kualitas kicauan dan keunikan burung tersebut.

Dari sisi konservasi, burung decu saat ini belum termasuk dalam daftar burung yang terancam punah. Namun, kegiatan penangkapan liar yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan populasi di alam.

Oleh karena itu, penangkaran menjadi solusi bijak untuk menjaga keberadaan burung ini sekaligus mendukung hobi burung kicau secara berkelanjutan.

Sebagai bagian dari kekayaan fauna Indonesia, burung decu layak untuk dihargai dan dilestarikan. Selain memiliki suara indah, burung ini juga membantu lingkungan melalui perannya sebagai pengendali hama alami.

Dengan menjaga habitat aslinya dan mendukung penangkaran, kita turut berkontribusi dalam pelestarian burung decu untuk generasi mendatang.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#burung #nganjuk #radar nganjuk #hewan #KOTA ANGIN