Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Mitos atau Fakta? Wanita Butuh Lebih Banyak Waktu Tidur Dibanding Pria

Elna Malika • Rabu, 9 April 2025 | 21:31 WIB
Mitos atau Fakta? Wanita Butuh Lebih Banyak Waktu Tidur Dibanding Pria
Mitos atau Fakta? Wanita Butuh Lebih Banyak Waktu Tidur Dibanding Pria

JP Radar Nganjuk - Tidur adalah kebutuhan pokok yang tak bisa ditawar oleh siapa pun. Tapi, pernahkah kamu mendengar bisik-bisik bahwa wanita butuh waktu tidur lebih lama dibandingkan pria?

Anggapan ini sering muncul dalam percakapan santai atau bahkan jadi bahan perbincangan di media sosial. Untuk menguak kebenarannya, mari kita telusuri fakta ilmiah dan berbagai hal yang memengaruhi kebiasaan tidur, termasuk apakah gender benar-benar jadi penentu.

Secara umum, orang dewasa disarankan tidur selama 7-9 jam setiap malam, sesuai standar dari National Sleep Foundation. Aturan ini berlaku universal, baik untuk pria maupun wanita.

Namun, beberapa penelitian mengungkap bahwa ada kondisi tertentu yang membuat kebutuhan tidur wanita agak berbeda. Bukan semata karena jenis kelamin, melainkan dipengaruhi oleh faktor biologis, hormon, hingga peran sosial yang sering mereka jalani.

Hormon jadi salah satu aktor utama dalam cerita ini. Wanita mengalami fase seperti menstruasi, kehamilan, dan menopause, yang semuanya bisa mengacauk pola tidur.

Misalnya, saat menstruasi, rasa lelah sering muncul akibat fluktuasi hormon seperti turunnya progesteron. Alhasil, mereka mungkin butuh waktu istirahat ekstra untuk mengisi ulang tenaga, sesuatu yang jarang dialami pria karena tubuh mereka tak menghadapi perubahan serupa.

Ada juga penelitian menarik dari Loughborough University di Inggris yang menyebut bahwa otak wanita bekerja lebih kompleks. Wanita sering multitasking (mengelola pekerjaan sambil mengurus rumah) sehingga otaknya lebih aktif.

Studi ini bilang, mereka mungkin perlu tidur sekitar 20 menit lebih lama agar otak pulih total. Tapi, ini bukan hukum pasti, karena gaya hidup masing-masing orang tetap punya andil besar.
Faktor sosial juga ikut bermain.

Wanita, khususnya yang jadi ibu atau tulang punggung keluarga, sering kehilangan jam tidur karena mengurus anak atau menyelesaikan tugas rumah. Bayi menangis di tengah malam atau pekerjaan yang tak kunjung usai bisa memangkas waktu istirahat.

Akibatnya, meski tidurnya lebih sedikit, kebutuhan untuk tidur lebih lama justru meningkat agar tetap fit menjalani hari.

Tapi jangan buru-buru berpikir pria selalu tidur lebih singkat atau nyenyak. Pria pun punya masalah tidur sendiri, seperti insomnia atau sleep apnea, yang bahkan lebih sering menyerang mereka ketimbang wanita.

Jadi, meskipun ada dugaan wanita butuh tidur lebih banyak, kenyataannya semua tergantung pada kondisi personal. Stres, pola makan, dan aktivitas harian juga turut menentukan berapa lama seseorang harus tidur.

Bicara soal kualitas, wanita ternyata lebih sering mengalami tidur yang kurang pulas dibandingkan pria. Lagi-lagi, hormon dan beban tanggung jawab jadi penyebabnya. Saat tidur tak nyenyak, tubuh akan minta “ganti rugi” dengan durasi lebih panjang.

Ini mungkin yang memicu anggapan bahwa wanita harus tidur lebih lama, padahal mereka cuma berusaha mengimbangi kelelahan yang dirasa.

Jadi, apa kesimpulannya? Anggapan bahwa wanita butuh tidur lebih banyak daripada pria ada benarnya, tapi tak bisa digeneralisasi. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa faktor biologis dan sosial bisa menambah kebutuhan tidur wanita sedikit lebih lama.

Namun, baik pria maupun wanita punya pola tidur yang unik. Alih-alih terpaku pada mitos, lebih baik dengarkan sinyal tubuhmu sendiri dan pastikan kamu cukup beristirahat.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#wanita #fakta #nganjuk #radar nganjuk #mitos #tidur #KOTA ANGIN