Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Cas HP Pakai Belut Listrik: Gimmick Gila atau Sains Nyata?

Nakula Agi Sada • Minggu, 13 April 2025 | 01:07 WIB
Cas HP Pakai Belut Listrik: Gimmick Gila atau Sains Nyata?
Cas HP Pakai Belut Listrik: Gimmick Gila atau Sains Nyata?

JP Radar Nganjuk- Pernah kebayang ngecas HP pakai belut listrik? Kedengarannya seperti adegan film sci-fi atau pertunjukan sulap di sirkus keliling, tapi faktanya—secara ilmiah—hal ini mungkin bisa dilakukan.

Namun, jangan buru-buru nyemplungin kepala ke akuarium belut dulu. Prosesnya jauh lebih rumit dari sekadar colok kabel ke ekor belut.

Belut listrik, atau Electrophorus electricus, dikenal mampu menghasilkan tegangan hingga 600 volt! Angka ini jauh lebih tinggi dari charger HP biasa yang cuma 5 volt.

Tapi jangan langsung terpukau—meski voltasenya tinggi, arus listrik yang dikeluarkan belut sangat kecil dan hanya terjadi dalam waktu singkat, mirip seperti sengatan.

Itulah tantangannya: belut listrik bekerja dengan denyutan cepat yang tak stabil.

Sementara smartphone kita butuh suplai daya yang konstan dan terkontrol. Artinya, arus listrik dari belut harus dikumpulkan dulu, distabilkan, lalu dikonversi ke bentuk yang bisa diterima ponsel.

Nggak cukup cuma kabel dan colokan, kamu butuh alat konversi, penyimpanan energi seperti kapasitor atau baterai, serta sistem pengatur tegangan.

Eksperimen semacam ini sebenarnya pernah dilakukan.

Di Jepang, misalnya, ada pameran sains yang memamerkan belut listrik yang bisa menyalakan lampu Natal atau “ngecas” ponsel—tapi tentu saja lewat serangkaian alat tambahan yang rumit.

Jadi belutnya bukan langsung colok ke iPhone kamu, bro.

Di dunia nyata, ngecas HP pakai belut jelas bukan metode yang efisien. Selain energi yang dihasilkan kecil dan nggak stabil, proses ini juga menyangkut etika perlakuan terhadap hewan.

Menggunakan belut hanya untuk hiburan atau kebutuhan daya berisiko tinggi menyakiti hewannya. Jadi ini lebih cocok dijadikan eksperimen edukatif ketimbang solusi alternatif energi.

Namun, di sisi lain, eksperimen semacam ini membuka wawasan bahwa listrik bisa datang dari sumber-sumber yang tak biasa.

Mungkin bukan belut listrik yang akan mengisi baterai hape kita di masa depan, tapi konsep energi bioelektrik punya potensi luar biasa dalam dunia sains dan teknologi.

Bayangkan jika teknologi bisa meniru sistem kelistrikan belut dan menciptakan “baterai hidup” yang efisien.

Ini bisa jadi sumber energi baru yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan bahkan bisa digunakan di tempat-tempat terpencil.

Jadi, apakah belut listrik bisa ngecas HP? Jawabannya: secara teori bisa, secara praktik ribet, dan secara etika—ya, pikir-pikir dulu.

Tapi kalau kamu ingin tampil beda di lomba sains sekolah, siapa tahu ini bisa jadi proyek yang bikin juri melongo.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira