JP Radar Nganjuk - Kartun menjadi hiburan favorit di Indonesia untuk segala usia. Namun, tidak semua karakter disukai karena tingkah laku mereka yang sering mengundang kekesalan.
Beberapa tokoh bahkan jadi bahan candaan di media sosial karena dianggap “ngeselin” seperti Dennis dari Adit Sopo Jarwo.
Berikut adalah tujuh karakter kartun yang sering diputar di Indonesia dan dikenal bikin penonton geregetan, lengkap dengan alasan mengapa mereka dianggap menyebalkan.
1. Dennis (Adit Sopo Jarwo)
Dennis, sahabat Adit dalam Adit Sopo Jarwo, terkenal karena tingkahnya yang merepotkan. Bocah SD berkacamata dengan badan gembul ini penakut, manja, dan sering membuat kekacauan.
Misalnya, dalam satu episode, Dennis panik saat naik bemo yang dikendarai Jarwo hingga menyebabkan kecelakaan kecil. Sifat egoisnya, seperti menyantap makanan tanpa menunggu tuan rumah, membuatnya dijuluki “Dontol” di media sosial. Pengulangan kesalahan tanpa belajar bikin penonton jengkel.
2. Nobita (Doraemon)
Nobita Nobi dari Doraemon adalah karakter ikonik yang bikin gemas karena sifat pemalas, cengeng, dan ketergantungannya pada Doraemon.
Ia sering gagal di pelajaran, menghindari tanggung jawab, dan membuat keputusan impulsif yang berujung masalah. Meski ceritanya penuh moral, sikap Nobita yang kurang inisiatif sering membuat penonton ingin “mengguncang” karakternya agar lebih dewasa.
3. Gian (Doraemon)
Gian alias Takeshi Goda dari Doraemon adalah pengganggu di lingkungan Nobita. Sifatnya yang suka memaksa, kasar, dan mengintimidasi teman-temannya membuatnya bikin kesal.
Lagu “ciptaannya” yang mengerikan dan sikap arogan saat memimpin kelompok sering memicu konflik. Meski kadang menunjukkan sisi baik, sifat dominan Gian sering dianggap kelewat menyebalkan.
4. Suneo (Doraemon)
Suneo Honekawa, teman Nobita lainnya, juga “ngeselin” karena suka pamer kekayaan, sombong, dan menggoda Nobita dengan ejekan.
Ia sering bersekutu dengan Gian untuk mengganggu Nobita, tapi cepat menjilat saat situasi tidak menguntungkan. Sifat licik dan munafiknya membuat Suneo sulit disukai, terutama oleh penonton yang muak dengan ketidaktulusannya.
5. Squidward (SpongeBob SquarePants)
Squidward Tentacles dari SpongeBob SquarePants adalah karakter yang sering bikin penonton kesal karena sifatnya yang sinis, pemarah, dan suka meremehkan orang lain.
Ia selalu terganggu oleh SpongeBob dan Patrick, yang memang kadang berlebihan, tapi sikapnya yang selalu mengeluh dan merasa lebih baik dari lainnya membuatnya dianggap menyebalkan.
Squidward sering tampak tidak bahagia dengan hidupnya, yang kadang bikin penonton jengkel karena ia jarang mencoba bersikap positif.
6. Ladusing Bima (Bima S)
Ladusing Bima, karakter dari serial animasi Indonesia Bima S, adalah musuh yang kerap membuat penonton geregetan. Sifatnya yang licik, manipulatif, dan selalu berusaha menggagalkan misi Bima dengan cara-cara curang bikin penonton kesal.
Meski perannya sebagai antagonis memang untuk menciptakan konflik, tingkah laku Ladusing yang terus-menerus membuat ulah tanpa henti sering dianggap berlebihan dan menyebalkan.
7. Fizi (Upin & Ipin)
Fizi dari Upin & Ipin sering memicu emosi penonton karena sifatnya yang sombong, suka pamer, dan kerap merendahkan teman-temannya, terutama Ehsan.
Ia sering bertingkah seolah paling hebat, seperti saat memamerkan barang baru atau mengaku lebih pintar. Sikap egois dan suka mencari perhatian membuat Fizi dianggap sebagai salah satu karakter paling “ngeselin” dalam serial animasi Malaysia yang populer di Indonesia ini.
Baca Juga: Pelonggaran TKDN Ala Prabowo, Stimulus Investasi atau Ancaman Industri Lokal? Simak Faktanya
Ketujuh karakter ini memang punya sisi menyebalkan yang bikin penonton gemas, tapi sifat-sifat inilah yang sering menambah dinamika cerita dan membuat kartun-kartun ini menarik.
Dari Dennis yang merepotkan hingga Fizi yang sombong, mereka mengajarkan bahwa setiap tokoh, meski “ngeselin”, punya peran dalam menyampaikan pesan atau humor.
Tapi, tak bisa dipungkiri, tingkah mereka sering bikin penonton ingin “menegur” langsung! Kartun mana yang menurutmu punya karakter paling menyebalkan?
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira