Tanggapan Kuasa Hukum Terkait Kabar Paula Verhoeven Tersandung Isu HIV
Elna Malika• Jumat, 25 April 2025 | 18:07 WIB
Tanggapan Kuasa Hukum Terkait Kabar Paula Verhoeven Tersandung Isu HIV
JP Radar Nganjuk – Isu mengenai kondisi kesehatan Paula Verhoeven, yang dikaitkan dengan dugaan penyakit HIV, menjadi perbincangan hangat di kalangan publik setelah dokumen putusan perceraiannya dengan Baim Wong bocor di media sosial.
Tudingan ini mencuat dari unggahan akun Instagram @nikmine17, yang mempublikasikan bagian dari salinan putusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan dengan nomor perkara 3477/Pdt.G/2024/PA.JS.
Dalam dokumen tersebut, disebutkan bahwa Baim Wong, sebagai pemohon cerai, mengkhawatirkan kesehatan Paula yang dianggap dapat berdampak pada pengasuhan anak-anak mereka.
Namun, tim kuasa hukum Paula Verhoeven dengan tegas menanggapi isu ini, mempertanyakan keaslian dokumen dan dampaknya terhadap klien mereka.
Siti Aminah Tardi, salah satu pengacara Paula, menyatakan bahwa isu ini telah membuat kliennya mengalami tekanan mental yang signifikan.
“Tudingan seperti ini, baik itu soal perselingkuhan, label istri durhaka, maupun isu kesehatan serius, tentu berdampak besar. Siapa pun akan merasa terpukul,” ujar Aminah saat ditemui di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Kamis, 24 April 2025.
Ia menegaskan bahwa tim hukum berupaya melindungi hak-hak Paula dengan respons yang terukur, demi menjaga kesejahteraan psikologis klien dan anak-anaknya.
Alvon Kurnia Palma, pengacara lainnya dari kubu Paula, menyoroti ketidaksesuaian narasi yang berkembang di publik dengan fakta persidangan.
Menurutnya, dokumen putusan seharusnya bersifat rahasia dan hanya diperuntukkan bagi pihak-pihak yang bersangkutan, bukan untuk konsumsi publik. “Informasi yang tersebar diambil dari satu lembar dokumen yang tidak utuh.
Ini memunculkan asumsi yang tidak sesuai dengan kebenaran di persidangan,” jelas Alvon. Ia juga menyayangkan bagaimana isu ini telah memicu spekulasi liar di kalangan masyarakat.
Sementara itu, pengacara kondang Hotman Paris Hutapea turut angkat bicara untuk membela Paula.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Hotman menegaskan pentingnya tidak menstigmatisasi seseorang dengan tuduhan sensitif seperti ini tanpa bukti yang jelas.
Ia bahkan meminta agar pemeriksaan kesehatan tidak hanya diarahkan kepada Paula, tetapi juga kepada Baim Wong, mengingat hubungan suami-istri yang melibatkan kontak fisik.
“Jika benar ada dugaan penyakit seperti ini, suami juga harus diperiksa. Jangan hanya menuding satu pihak,” tegas Hotman, seraya mempertanyakan potensi sumber penularan dalam sebuah pernikahan.
Tim kuasa hukum Paula juga telah mengambil langkah hukum dengan mengadukan dugaan pelanggaran etik terkait kebocoran dokumen putusan cerai ke Badan Pengawasan Mahkamah Agung (Bawas MA).
Aminah menyebut bahwa pihaknya masih menunggu hasil penelusuran untuk memastikan keaslian dokumen yang beredar. “Kami mempertanyakan apakah dokumen itu otentik dan sesuai dengan putusan resmi pengadilan,” tambahnya.
Di tengah gempuran isu ini, Paula Verhoeven sendiri mengaku merasa lelah menghadapi tudingan yang terus bermunculan. Dalam wawancara bersama Denny Sumargo, ia mengungkapkan kekecewaannya atas situasi yang tak kunjung reda.
“Saya sudah capek, sudah setahun ini. Saya tidak tahu lagi cara membela diri. Saya pasrah,” ujar Paula, sembari menahan tangis. Meski demikian, ia berupaya tetap tegar demi anak-anak dan keluarganya.
Hingga kini, baik Paula maupun kuasa hukumnya belum memberikan pernyataan resmi yang membenarkan atau membantah isu kesehatan tersebut secara spesifik.
Pihak Baim Wong juga memilih untuk tidak mengomentari isu ini secara langsung. Saat ditemui di acara gala premier film terbarunya, Baim hanya meminta agar perbincangan difokuskan pada acara tersebut. “Kita bicarakan premier saja, ya. Mohon maaf,” katanya singkat.
Kasus ini menjadi pengingat akan sensitivitas informasi pribadi, terutama yang berkaitan dengan kesehatan, dan bagaimana kebocoran dokumen dapat memicu dampak besar bagi pihak-pihak yang terlibat.
Publik pun diimbau untuk tidak menyebarkan spekulasi tanpa bukti yang jelas, demi menghormati privasi dan kesejahteraan semua pihak, terutama anak-anak dari pasangan ini.