JP Radar Nganjuk - Penemuan fosil "semut neraka" di Brasil menjadi salah satu temuan paling memukau dalam bidang paleontologi serangga.
Berusia 113 juta tahun, fosil ini berasal dari Formasi Crato di wilayah timur laut Brasil dan saat ini tercatat sebagai spesimen semut tertua yang pernah ditemukan.
Spesies ini termasuk dalam subfamili Haidomyrmecinae, kelompok semut kuno yang telah punah dan hanya hidup pada periode Kapur, saat dinosaurus masih menguasai Bumi.
Semut ini tampil dengan ciri khas yang mengerikan, rahang panjang yang menjulur ke depan dan tanduk menyerupai iblis di kepalanya.
Karakteristik unik ini mengungkapkan bahwa semut neraka merupakan predator spesialis, dengan metode berburu yang berbeda dari semut modern.
Kombinasi rahang dan tanduk kemungkinan besar digunakan untuk menjepit dan menahan mangsanya, menandakan bahwa perilaku berburu kompleks sudah berkembang sangat awal dalam sejarah semut.
Fosil ini ditemukan dalam kondisi luar biasa, terkunci dalam batu kapur, dan dipelajari menggunakan teknologi mikro-tomografi beresolusi tinggi agar strukturnya bisa dianalisis tanpa merusaknya.
Menariknya, kemiripan semut ini dengan fosil semut neraka lain dari Myanmar menunjukkan bahwa mereka mungkin memiliki wilayah penyebaran yang luas di masa lalu.
Secara keseluruhan, penemuan ini tak hanya memperkaya daftar spesies prasejarah, tapi juga memperlihatkan bahwa sejak dini, evolusi sudah menghasilkan makhluk dengan strategi hidup yang kompleks dan canggih.
Temuan ini menjadi bukti nyata betapa dinamis dan beragamnya sejarah kehidupan di planet kita.
Editor : Elna Malika